Teladan Nabi
Jejak Dakwah Nabi Harun: Kesetiaan dan Lisan yang Tajam
Cholis Anwar
Selasa, 10 Maret 2026 19:17:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jakarta – Salah satu sosok yang menonjol karena kesetiaan dan retorikanya yang luar biasa adalah Nabi Harun AS, kakak kandung sekaligus pendamping setia Nabi Musa AS dalam menghadapi tirani Fir'aun.
Berdasarkan catatan sejarah dalam buku Kisah dan Mukjizat 25 Nabi dan Rasul karya Aifa Syah, Nabi Harun diangkat menjadi utusan Allah atas permintaan khusus Nabi Musa AS.
Musa menyadari bahwa tugas dakwah menghadapi penguasa Mesir yang kejam membutuhkan pendamping yang cakap dalam berkomunikasi.
Lahir tiga tahun sebelum Nabi Musa (sekitar 1531 SM), Harun tumbuh dengan anugerah kelancaran berbicara.
Jika Musa dikenal memiliki keterbatasan dalam lisan, Nabi Harun diberkati dengan ”lisan yang tajam”karena kepiawaiannya dalam berdebat dan mematahkan argumen lawan dengan tegas.
Hal ini diabadikan dalam Al-Qur'an Surat Maryam ayat 53, yang menegaskan bahwa pengangkatan Harun sebagai Nabi merupakan bentuk rahmat Allah kepada Musa.
Keduanya bahu-membahu menuntut keadilan bagi Bani Israil, sebagaimana terekam dalam Surat Thaahaa ayat 47, mendesak Fir'aun untuk menghentikan penyiksaan terhadap kaum mereka.
Salah satu fragmen paling mengharukan dalam perjalanan hidupnya terjadi saat Nabi Musa pergi ke Bukit Sinai selama 40 hari untuk menerima wahyu.
Amanah...



