Hikmah dan Keutamaan Membaca Surat Al-Kahfi pada Malam Jumat Pahing
Cholis Anwar
Kamis, 23 Juli 2026 17:19:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Malam Jumat merupakan waktu yang istimewa bagi umat Islam. Hari Jumat sering dijuluki sebagai sayyidul ayyam atau penghulu hari. Oleh karena itu, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk memperbanyak amal ibadah, salah satunya membaca Surat Al-Kahfi.
Pendiri Mazhab Syafi'i, Imam Syafi'i, menjelaskan anjuran memperbanyak shalawat dan membaca Surat Al-Kahfi pada Kamis malam (malam Jumat) hingga Jumat siang.
”Imam Syafi’I berkata: Telah sampai kepadaku riwayat yang mengatakan bahwa barang siapa yang membaca Surat Al-Kahf maka ia dilindungi dari fitnah Dajjal. Saya menyukai banyak membaca shalawat kepada Nabi SAW dalam setiap keadaan, sedang pada hari Jumat saya lebih menyukainya. Begitu juga saya suka membaca Surat Al-Kahfi pada malam Jumat dan siangnya karena adanya riwayat dalam hal ini,” (Muhammad Idris asy-Syafi’i, Al-Umm, Bairut-Dar al-Ma’rifah, 1393 H, juz, 1, h. 207) sebagaimana dikutip dari NU Online.
Lantas, apa hubungan antara membaca Surat Al-Kahfi dengan hari Jumat?
Melansir NU Online, hikmah utama membaca Surat Al-Kahfi berkaitan erat dengan peristiwa kiamat yang diprediksi jatuh pada hari Jumat. Dalam riwayat Shahih Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
”Sebaik-baiknya hari di mana sang surya menyinarinya adalah hari Jumat. Pada hari Jumat Nabi Adam AS diciptakan, dimasukkan ke dalam surga, dan dikeluarkan darinya. Dan kiamat tidak terjadi kecuali pada hari Jumat.” (HR Muslim).
Hari Jumat diserupakan dengan hari kiamat karena mengandung makna berkumpulnya seluruh makhluk. Sementara itu, di dalam Surat Al-Kahfi memuat gambaran mengenai suasana hari kiamat yang sangat menakutkan (ahwal al-qiyamah).
Salah satunya termaktub dalam Al-Qur'an Surat Al-Kahfi ayat 47:
وَيَوْمَ نُسَيِّرُ الْجِبَالَ وَتَرَى الْأَرْضَ بَارِزَةً وَحَشَرْنَاهُمْ فَلَمْ نُغَادِرْ مِنْهُمْ أَحَدًا
Artinya: ”Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Kami perjalankan gunung-gunung dan engkau melihat bumi rata dan Kami kumpulkan mereka (seluruh manusia), dan tidak Kami tinggalkan seorang pun dari mereka.”
Ulama kontemporer Syekh Wahbah az-Zuhaili dalam kitab Al-Fiqh Al-Islami wa Adillatuhu menegaskan, peringatan peristiwa kiamat dalam Surat Al-Kahfi menjadi pengingat bagi umat Islam agar senantiasa meningkatkan ketakwaan dan memperbanyak amalan saleh, khususnya pada hari Jumat.



