Minggu, 26 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jakarta – Kisah inspiratif Nabi Syuaib AS memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya integritas ekonomi dan kemurnian iman.

Diutus kepada penduduk Madyan, sang Nabi Syuaib menghadapi kaum yang tidak hanya terperosok dalam kesyirikan, tetapi juga terbiasa melakukan praktik perdagangan yang curang.

Nabi Syuaib AS, putra dari Mikala bin Yasyjan, lahir dan dibesarkan di tengah kaum Madyan, yakni sebuah suku bangsa Arab yang mendiami wilayah strategis antara Hijaz dan Syam.

Namun, kemakmuran wilayah tersebut dicemari oleh perilaku penduduknya yang menyimpang.

Berdasarkan catatan Ibnu Katsir dalam kitab Qashas al-Anbiya, penduduk Madyan dikenal sebagai kaum yang gemar merampok dan menakut-nakuti para musafir.

Secara spiritual, mereka berpaling dari Sang Pencipta dan memilih menyembah pohon Aikah yang tumbuh di semak belukar.

Ketidakteraturan moral ini juga merambah ke sektor ekonomi. Mereka memiliki kebiasaan buruk mengurangi takaran dan timbangan demi keuntungan pribadi, sebuah praktik yang merusak tatanan sosial dan keadilan di pasar.

Hadirnya Nabi Syuaib membawa dua misi transformasi besar bagi penduduk Madyan, sebagaimana terekam dalam Surah Hud ayat 84-85.

Doktrin...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Religi Terkini

Terpopuler