Minggu, 26 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Tradisi tersebut biasanya dilaksanakan saat peringatan Maulid Nabi dan masih terus dilestarikan hingga sekarang sebagai bagian dari warisan budaya keagamaan masyarakat setempat.

Masyarakat Padurenan juga rutin menggelar haul Raden Muhammad Syarif sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh penyebar Islam tersebut. Haul dilaksanakan setiap Legi akhir bulan Muharram dalam penanggalan Jawa.

Pada momen itu, masyarakat biasanya menggelar berbagai kegiatan keagamaan mulai dari ziarah makam, pembacaan tahlil, khataman Al-Qur’an hingga pengajian yang dihadiri jamaah dari berbagai daerah.

Di balik sejarah dan tradisi yang masih dijaga, Masjid Asy Syarif 1 juga dikenal dengan cerita yang berkembang di kalangan masyarakat terkait mustoko atau puncak atap masjid yang terbuat dari tanah liat.

Menurut Wafiy, warga sejak dulu sering mengaitkan kondisi mustoko dengan peristiwa besar yang terjadi di Indonesia sebagai bentuk keprihatinan terhadap kondisi bangsa.

Beberapa peristiwa yang kerap disebut masyarakat antara lain saat gejolak nasional pada masa peristiwa G30SPKI tahun 1965, kemudian ketika Presiden Soeharto lengser pada 1998, hingga saat Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dimakzulkan pada 2001.

Fenomena serupa juga terpantau oleh Wafiy pada 2004 yang dikaitkan dengan bencana besar tsunami Aceh kala itu.

Namun peristiwa berbeda terjadi menjelang pandemi Covid-19. Wafiy menyebutkan sekitar tiga bulan sebelum pandemi melanda Indonesia, bagian mustaka masjid justru mengalami kerusakan atau rontok.

”Mustoko miring saja sudah membuat geger. Ini sampai protol. Kami bahkan tidak langsung melakukan perbaikan karena merasa ini mungkin lebih parah daripada kemiringan,” katanya.

Mustoko...

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Religi Terkini

Terpopuler