Minggu, 26 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Di Desa Padurenan, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, berdiri sebuah masjid tua yang hingga kini masih menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat.

Masjid itu adalah Masjid Asy Syarif 1, peninggalan seorang ulama asal Madura yang diyakini telah berdiri sekitar abad ke-16.

Masjid tersebut didirikan oleh Raden Muhammad Syarif, tokoh penyebar Islam yang dikenal sebagai putra Adipati Sumenep dengan julukan Macan Wulung.

Ia juga merupakan santri dari Sunan Giri, salah satu ulama besar yang berperan dalam penyebaran Islam di tanah Jawa.

Ketua Takmir Masjid Asy Syarif 1 Padurenan, Ahmad Wafiy Baq, menjelaskan perjalanan dakwah Raden Muhammad Syarif dimulai dari Madura.

Ia menempuh perjalanan laut menuju Pulau Jawa dan mendarat di pesisir Jepara sebelum melanjutkan perjalanan ke wilayah Kudus utara.

Menurutnya, perjalanan dakwah tersebut turut meninggalkan jejak dalam berbagai nama-nama desa yang dilalui hingga akhirnya Raden Muhammad Syarif menetap di Padurenan dan mendirikan masjid yang kini dikenal sebagai Masjid Asy Syarif 1.

Meski telah berusia ratusan tahun, bentuk dasar masjid masih dipertahankan hingga sekarang, meskipun sempat mengalami pemugaran.

Awal berdiri...

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Religi Terkini

Terpopuler