Teladan Nabi
Kisah Keteguhan Nabi Ilyasa AS Memimpin Bani Israil
Cholis Anwar
Senin, 16 Maret 2026 06:09:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Al-Qur'an mengabadikan derajat mulia Nabi Ilyasa AS dalam Surah Al-An’am ayat 86-87 dan Surah Shad ayat 48. Dalam ayat tersebut menegaskan jika beliau termasuk orang-orang yang paling baik dan ditinggikan derajatnya oleh Allah SWT.
Karena pembangkangan yang berulang oleh Bani Israil, Allah SWT kembali menurunkan ujian berupa kekeringan panjang di tanah Ba'labak.
Bencana ini mengakibatkan kehancuran total bagi mereka yang mengingkari nikmat Allah, hingga akhirnya Nabi Ilyasa AS bersama para pengikutnya yang beriman memutuskan untuk berhijrah dari wilayah tersebut.
Selain dikenal sebagai nabi, beberapa riwayat menyebutkan Nabi Ilyasa AS juga merupakan seorang raja yang memimpin dengan sangat bijaksana. Beliau berhasil membangun masyarakat yang sejahtera di masa kepemimpinannya.
Uniknya, menjelang akhir hayatnya, Nabi Ilyasa AS yang dikisahkan tidak memiliki keturunan mencari penerus takhta melalui sayembara.
Beliau memberikan syarat bahwa penggantinya haruslah orang yang mampu berpuasa di siang hari, beribadah di malam hari, dan tidak pernah marah. Syarat ini kemudian dipenuhi oleh Nabi Zulkifli AS yang akhirnya menerima warisan kepemimpinan tersebut.



