Minggu, 26 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jakarta – Dalam deretan 25 nabi dan rasul yang wajib diimani umat Islam, nama Nabi Ilyasa AS menempati urutan ke-20.

Meski namanya sering dianggap serupa dengan pendahulunya, Nabi Ilyas AS, keduanya merupakan pribadi yang berbeda namun memiliki ikatan dakwah yang sangat erat.

Kisah Nabi Ilyasa AS adalah potret keteguhan seorang murid sekaligus anak angkat yang sukses melanjutkan tongkat estafet dakwah di tengah pembangkangan kaum Bani Israil.

Pertemuan kedua nabi ini bermula saat Nabi Ilyas AS melarikan diri dari kejaran penduduk Ba'labak yang marah akibat dakwahnya. Di tengah pelariannya, Nabi Ilyas menemukan seorang pemuda bernama Ilyasa yang sedang menderita sakit parah.

Atas doa Nabi Ilyas AS, Allah SWT memberikan mukjizat kesembuhan bagi Ilyasa. Sejak saat itu, Ilyasa muda mengangkat Nabi Ilyas sebagai ayah angkat sekaligus guru spiritualnya.

Ia setia menemani sang nabi dalam menyebarkan ajaran tauhid kepada Bani Israil hingga Nabi Ilyas wafat.

Sepeninggal Nabi Ilyas AS, tanggung jawab dakwah berpindah ke pundak Nabi Ilyasa AS. Tantangan yang dihadapi tidaklah mudah. Kaum Bani Israil yang sempat bertaubat kembali terjerumus dalam maksiat dan menyembah berhala bernama Ba’al.

Meskipun Nabi Ilyasa AS telah memperingatkan berkali-kali, mereka tetap teguh pada tindakan buruk tersebut.

Kekeringan panjang...

Al-Qur'an mengabadikan derajat mulia Nabi Ilyasa AS dalam Surah Al-An’am ayat 86-87 dan Surah Shad ayat 48. Dalam ayat tersebut menegaskan jika beliau termasuk orang-orang yang paling baik dan ditinggikan derajatnya oleh Allah SWT.

Karena pembangkangan yang berulang oleh Bani Israil, Allah SWT kembali menurunkan ujian berupa kekeringan panjang di tanah Ba'labak.

Bencana ini mengakibatkan kehancuran total bagi mereka yang mengingkari nikmat Allah, hingga akhirnya Nabi Ilyasa AS bersama para pengikutnya yang beriman memutuskan untuk berhijrah dari wilayah tersebut.

Selain dikenal sebagai nabi, beberapa riwayat menyebutkan Nabi Ilyasa AS juga merupakan seorang raja yang memimpin dengan sangat bijaksana. Beliau berhasil membangun masyarakat yang sejahtera di masa kepemimpinannya.

Uniknya, menjelang akhir hayatnya, Nabi Ilyasa AS yang dikisahkan tidak memiliki keturunan mencari penerus takhta melalui sayembara.

Beliau memberikan syarat bahwa penggantinya haruslah orang yang mampu berpuasa di siang hari, beribadah di malam hari, dan tidak pernah marah. Syarat ini kemudian dipenuhi oleh Nabi Zulkifli AS yang akhirnya menerima warisan kepemimpinan tersebut.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Religi Terkini

Terpopuler