Minggu, 26 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jakarta – Dalam silsilah kenabian, Nabi Ilyas AS tercatat sebagai keturunan keempat dari Nabi Harun AS. Garis keturunannya menyambung hingga Nabi Ibrahim AS melalui Ishak dan Yakub.

Beliau diutus oleh Allah SWT kepada kaum Bani Israil yang menetap di wilayah Ba’labak (sebelah barat Damaskus) untuk mengakhiri praktik penyembahan berhala.

Pada masa itu, kaum Bani Israil hidup dalam gelimang kemewahan namun terjebak dalam kemusyrikan yang nyata. Mereka menyembah berhala emas bernama Ba’al yang diletakkan di atas Gunung Karmal.

Bagi mereka, Ba’al dianggap sebagai pusat perlindungan dan tempat memohon pertolongan, sebuah pembangkangan yang diabadikan dalam Al-Qur'an surat As-Saffat ayat 123-132.

Dakwah Nabi Ilyas AS kerap kali dibalas dengan penolakan keras hingga ancaman pembunuhan. Merespons pembangkangan tersebut, Allah SWT menurunkan azab berupa kekeringan panjang selama tiga tahun.

Selama masa sulit tersebut, Nabi Ilyas AS menyelamatkan diri dari kejaran kaumnya dengan bersembunyi di dalam gua.

Dalam persembunyiannya, beliau menerima bantuan mukjizat berupa burung gagak yang dikirimkan Allah untuk mengantarkan makanan.

Namun, meskipun bencana kelaparan melanda, kaum Bani Israil tetap pada pendiriannya dan justru menuduh Nabi Ilyas AS sebagai pembawa sial dan pengacau.

Rumah terpencil...

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Religi Terkini

Terpopuler