Wafatnya Nabi Daud AS meninggalkan duka yang sangat mendalam bagi Bani Israil. Prosesi pemakamannya dihadiri oleh ribuan orang.
Putranya, Nabi Sulaiman AS, memerintahkan burung-burung untuk berkumpul di angkasa guna memberikan naungan bagi para pelayat agar tidak kepanasan, sebuah penghormatan terakhir bagi raja yang sangat dicintai tersebut.
Murianews, Jakarta – Dalam khazanah agama-agama Abrahamik, sosok Nabi Daud AS (Dawud) dikenal sebagai figur pemimpin ideal yang menggabungkan kekuatan politik dengan kesalehan spiritual.
Beliau bukan sekadar raja yang memimpin Bani Israil, melainkan seorang nabi yang dianugerahi mukjizat luar biasa dan kitab suci Zabur.
Nabi Daud AS merupakan keturunan Nabi Ibrahim AS melalui jalur Nabi Ishaq AS. Dalam sejarah Islam, keberadaannya menjadi titik penting setelah wafatnya Nabi Musa AS dan Nabi Harun AS.
Nabi Daud diutus untuk membimbing kaumnya kembali ke jalan Allah SWT di wilayah Yerusalem dan sekitarnya.
Puncak kemasyhuran Nabi Daud bermula saat ia masih menjadi prajurit biasa di bawah kepemimpinan Raja Thalut. Saat itu, Bani Israil terdesak oleh pasukan Jalut (Goliath), seorang raksasa yang tak terkalahkan.
Dengan penuh keyakinan kepada Allah, Daud maju hanya berbekal ketapel dan batu. Atas izin-Nya, satu lemparan tepat mengenai kening Jalut, meruntuhkan kekuatan musuh seketika.
Meski akhirnya diangkat menjadi raja menggantikan Thalut, Nabi Daud tidak pernah membiarkan tahta mengubah kesahajaannya. Beliau sangat populer dengan kemandiriannya.
Allah SWT menganugerahinya mukjizat berupa kemampuan melunakkan besi dengan tangan kosong, yang kemudian ia gunakan untuk membuat baju besi berkualitas tinggi.
Perbendaharaan...
Hebatnya, meski menguasai perbendaharaan kerajaan, Nabi Daud tidak pernah memakan harta kecuali dari hasil keringatnya sendiri.
Beliau menjual baju besi buatannya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, sebuah etos kerja yang menjadi inspirasi bagi setiap Muslim untuk tidak bergantung pada pemberian orang lain.
Nabi Daud AS juga dikenal melalui ibadahnya yang konsisten. Hingga kini, umat Islam mengenal ”Puasa Daud”, yakni pola puasa satu hari dan berbuka satu hari secara bergantian, yang disebut sebagai puasa yang paling dicintai Allah.
Selain itu, Nabi Daud dianugerahi suara yang keindahannya tak tertandingi. Saat beliau melantunkan ayat-ayat Zabur dan bertasbih, alam semesta seolah terpukau.
Burung-burung berhenti terbang di angkasa dan gunung-gunung pun ikut bersahut-sahutan memuji keagungan Tuhan bersama beliau. Tutur katanya yang sopan dan lembut mampu melunakkan hati manusia yang sekeras batu.
Sebagai khalifah di bumi, Nabi Daud dikenal sangat adil dalam memutus perkara. Beliau membagi waktunya dengan manajemen yang sangat rapi.
Waktu Ibadah beliau melakukan dengan khusus untuk bermunajat kepada Tuhan. Waktu berpikir dilakukan untuk merenung dan mencari hikmah. Pada saat bermasyarakat, beliau mendengarkan dan menyelesaikan masalah rakyat.
Terdapat perbedaan riwayat mengenai usia beliau. Sumber hadits menyebutkan Nabi Daud wafat pada usia 100 tahun, setelah sebelumnya Nabi Adam AS memberikan 40 tahun jatah umurnya kepada Daud. Sementara sumber lain menyebutkan beliau wafat pada usia 70 tahun.
Wafat...
Wafatnya Nabi Daud AS meninggalkan duka yang sangat mendalam bagi Bani Israil. Prosesi pemakamannya dihadiri oleh ribuan orang.
Putranya, Nabi Sulaiman AS, memerintahkan burung-burung untuk berkumpul di angkasa guna memberikan naungan bagi para pelayat agar tidak kepanasan, sebuah penghormatan terakhir bagi raja yang sangat dicintai tersebut.