Kesabaran luar biasa ini diabadikan dalam Al-Qur'an, salah satunya dalam Surat Al-Anbiya ayat 85: ”Dan (ingatlah kisah) Ismail, Idris, dan Zulkifli. Mereka semua termasuk orang-orang yang sabar”.
Dikisahkan, setan pernah menjelma menjadi seorang kakek tua yang bertamu saat sang nabi hendak beristirahat. Setan tersebut berulang kali mengingkari janji pertemuan dan memancing emosi dengan aduan palsu.
Puncaknya, setan menampakkan wujud aslinya setelah gagal membuat Nabi Zulkifli marah. Keteguhan hati sang nabi yang tetap tenang dan sabar dalam menghadapi gangguan tersebut menjadi alasan kuat Allah mengangkat derajatnya.
Kisah unik lainnya dari masa kepemimpinannya adalah saat kerajaan menghadapi pemberontakan. Rakyat Nabi Zulkifli yang didera ketakutan meminta jaminan agar tidak mati dalam peperangan.
Atas izin Allah, doa sang nabi dikabulkan sehingga rakyatnya berumur panjang dan berhasil memenangkan pertempuran.
Namun, hal ini sempat memicu kepadatan penduduk yang luar biasa di Negeri Syam karena angka kelahiran terus bertambah sementara kematian terhenti.
Murianews, Jakarta – Dalam deretan 25 Nabi dan Rasul yang wajib diyakini umat Muslim, nama Nabi Zulkifli AS menempati posisi istimewa sebagai simbol kesabaran dan keteguhan janji.
Lahir dengan nama asli Basyar, beliau merupakan putra dari Nabi Ayyub AS yang diperkirakan hidup pada rentang tahun 1500 hingga 1425 Sebelum Masehi (SM).
Sesuai dengan garis keturunannya, Basyar adalah putra Nabi Ayyub bin Amush yang menyambung hingga Nabi Ishaq AS dan Nabi Ibrahim AS.
Semasa hidupnya, beliau diangkat menjadi nabi sekitar tahun 1460 SM dan diutus untuk membimbing kaum Amoria di wilayah Damaskus, Suriah.
Kisah kepemimpinan beliau bermula saat Raja Bani Israil saat itu, Ilyasa, yang sudah lanjut usia mencari penerus karena tidak memiliki putra mahkota.
Sang raja mengajukan tiga syarat berat bagi siapa pun yang ingin menggantikannya, yakni berpuasa di siang hari, beribadah di malam hari, dan tidak boleh marah.
Di tengah keraguan rakyat, Basyar maju menawarkan diri. Keteguhannya memenuhi syarat tersebut membuatnya dijuluki Zulkifli, yang secara harfiah berarti ”orang yang sanggup memegang janji”.
Ia membuktikan kesanggupannya dengan tetap melayani rakyat secara prima meski berpuasa, serta memanfaatkan waktu malamnya hanya untuk bersujud kepada Allah.
Kesabaran...
Kesabaran luar biasa ini diabadikan dalam Al-Qur'an, salah satunya dalam Surat Al-Anbiya ayat 85: ”Dan (ingatlah kisah) Ismail, Idris, dan Zulkifli. Mereka semua termasuk orang-orang yang sabar”.
Ujian kesabaran Nabi Zulkifli tidak hanya datang dari tanggung jawab negara, tetapi juga dari gangguan metafisika.
Dikisahkan, setan pernah menjelma menjadi seorang kakek tua yang bertamu saat sang nabi hendak beristirahat. Setan tersebut berulang kali mengingkari janji pertemuan dan memancing emosi dengan aduan palsu.
Puncaknya, setan menampakkan wujud aslinya setelah gagal membuat Nabi Zulkifli marah. Keteguhan hati sang nabi yang tetap tenang dan sabar dalam menghadapi gangguan tersebut menjadi alasan kuat Allah mengangkat derajatnya.
Kisah unik lainnya dari masa kepemimpinannya adalah saat kerajaan menghadapi pemberontakan. Rakyat Nabi Zulkifli yang didera ketakutan meminta jaminan agar tidak mati dalam peperangan.
Atas izin Allah, doa sang nabi dikabulkan sehingga rakyatnya berumur panjang dan berhasil memenangkan pertempuran.
Namun, hal ini sempat memicu kepadatan penduduk yang luar biasa di Negeri Syam karena angka kelahiran terus bertambah sementara kematian terhenti.
Menyadari kekeliruan tersebut, kaumnya akhirnya memohon kepada Nabi Zulkifli agar didoakan menjadi manusia normal kembali yang bisa menemui ajal sesuai ketentuan alamiah.
Kebijaksanaan...
Dalam beberapa literatur, sosok Zulkifli kerap dikaitkan dengan kebijaksanaan yang dimiliki oleh Nabi Khidir, sebagaimana terekam dalam perjalanan bersama Nabi Musa di Surat Al-Kahfi.
Nabi Zulkifli wafat di Damaskus, Suriah, pada usia 95 tahun. Beliau meninggalkan warisan teladan berupa kepemimpinan yang adil, rendah hati, dan ketaatan ibadah yang tak tergoyahkan oleh jabatan duniawi.