Teladan Nabi
Dakwah Nabi Syuaib AS dan Dekadensi Moral Kaum Madyan
Cholis Anwar
Rabu, 4 Maret 2026 12:11:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Pertama, Nabi Syuaib menyerukan doktrin sentral agama, yaitu tauhid yang murni. Beliau mengajak kaumnya meninggalkan penyembahan terhadap pohon dan kembali menyembah Allah SWT semata.
Seruan ini bertujuan agar keimanan masyarakat kembali jernih tanpa campuran kesyirikan.
Misi kedua yang tidak kalah penting adalah penegakan keadilan dalam transaksi ekonomi. Nabi Syuaib memerintahkan kaumnya untuk memenuhi takaran dengan jujur.
Beliau mengingatkan bahwa keuntungan yang didapat secara halal (rezeki dari Allah) jauh lebih baik daripada menumpuk harta dengan cara merugikan orang lain.
Nabi Syuaib melihat bahwa kecurangan timbangan bukan sekadar urusan dagang, melainkan bentuk kerusakan di muka bumi (al-fasid) yang bertentangan dengan prinsip kebaikan (as-shalih).
Bukannya mengikuti ajakan kebaikan, penduduk Madyan justru merespons dengan ejekan dan intimidasi. Mereka mengolok-olok Nabi Syuaib dan mengancam akan mengusirnya jika tidak kembali ke kepercayaan leluhur mereka.
Akibat kekufuran dan kebebalan tersebut, Allah SWT menurunkan azab yang dahsyat. Sejarah mencatat kaum Madyan binasa melalui gempa bumi yang hebat disertai suara menggelegar yang menghancurkan.
Dalam Surah Al-Ankabut ayat 37, digambarkan bagaimana mereka mati bergelimpangan di tempat tinggal mereka sendiri, terkubur di bawah reruntuhan rumah mereka.



