Teladan Nabi
Teladan Nabi Yakub: Kesabaran dan Kasih Sayang Ayah Sepanjang Hayat
Cholis Anwar
Minggu, 1 Maret 2026 07:00:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Demi mendapatkan Rahel, Yakub kembali bekerja selama tujuh tahun berikutnya. Dari pernikahannya dengan Layya, Rahel, serta dua hamba sahaya pemberian Laban, Nabi Yakub dikaruniai 12 orang putra. Keturunan inilah yang kelak menjadi cikal bakal dari dua belas suku Bani Israil.
Sebagai seorang ayah, Nabi Yakub dikenal sangat bijaksana dan penyayang. Namun, perhatian khusus yang beliau berikan kepada Nabi Yusuf AS, putra dari Rahel yang memiliki keistimewaan luar biasa.
Tragedi terjadi ketika saudara-saudara Yusuf merencanakan tipu muslihat untuk menyingkirkannya. Selama puluhan tahun, Nabi Yakub didera kesedihan yang amat dalam hingga ia mengalami kebutaan akibat terlalu banyak menangis.
Meski demikian, beliau tidak pernah berputus asa dari rahmat Allah. Beliau tetap memegang teguh kesabaran dan kepercayaan penuh bahwa Allah akan menyatukan kembali keluarganya.
Keyakinan Nabi Yakub akhirnya berbuah manis. Dengan izin Allah, beliau berhasil bersatu kembali dengan Yusuf AS yang saat itu telah menjadi pejabat tinggi di Mesir. Kebutaan beliau pun sembuh berkat mukjizat melalui baju Nabi Yusuf.
Nabi Yakub AS menghabiskan masa tuanya di Mesir bersama anak-cucunya dalam kedamaian.
Beliau wafat dalam usia lanjut dan sesuai wasiatnya, jenazahnya dibawa ke Hebron untuk dimakamkan berdampingan dengan makam sang ayah, Nabi Ishaq AS, dan kakeknya, Nabi Ibrahim AS.



