Nama beliau disebutkan sebanyak 27 kali di dalam Al-Qur’an. Tentu saja ini menandakan betapa pentingnya pesan yang dibawa beliau bagi umat manusia.
Atas perintah Allah SWT, Luth diutus untuk meluruskan perilaku penduduk kota Sodom yang telah jauh melampaui batas nilai-nilai kemanusiaan dan agama.
Kota Sodom digambarkan sebagai wilayah di mana hukum rimba berlaku dan akhlak telah mati. Kehidupan sehari-hari masyarakatnya diwarnai dengan pencurian, perampasan, dan penindasan terhadap kelompok yang lemah.
Namun, kemungkaran yang paling menonjol dan menjadi ciri khas mereka adalah penyimpangan seksual sesama jenis, baik di kalangan pria maupun wanita.
Tak hanya itu, para pendatang yang masuk ke Sodom kerap menjadi korban kebiadaban mereka. Barang berharga akan dirampas, sementara mereka yang berparas tampan atau cantik akan menjadi rebutan paksa untuk memuaskan nafsu bejat penduduk setempat.
Dakwah Nabi Luth untuk menghentikan kebiasaan ini tertuang dalam Al-Qur'an Surat Ash-Ashu’ara’ ayat 165-166.
Murianews, Jakarta – Dalam catatan sejarah para utusan Allah, Nabi Luth AS dikenal sebagai sosok yang memiliki ketahanan luar biasa dalam menghadapi masyarakat dengan dekadensi moral terparah.
Nama beliau disebutkan sebanyak 27 kali di dalam Al-Qur’an. Tentu saja ini menandakan betapa pentingnya pesan yang dibawa beliau bagi umat manusia.
Secara garis keturunan, Nabi Luth AS adalah keponakan dari Nabi Ibrahim AS. Beliau merupakan putra dari Hasan bin Tareh yang merupakan saudara sekandung Nabi Ibrahim.
Atas perintah Allah SWT, Luth diutus untuk meluruskan perilaku penduduk kota Sodom yang telah jauh melampaui batas nilai-nilai kemanusiaan dan agama.
Kota Sodom digambarkan sebagai wilayah di mana hukum rimba berlaku dan akhlak telah mati. Kehidupan sehari-hari masyarakatnya diwarnai dengan pencurian, perampasan, dan penindasan terhadap kelompok yang lemah.
Namun, kemungkaran yang paling menonjol dan menjadi ciri khas mereka adalah penyimpangan seksual sesama jenis, baik di kalangan pria maupun wanita.
Tak hanya itu, para pendatang yang masuk ke Sodom kerap menjadi korban kebiadaban mereka. Barang berharga akan dirampas, sementara mereka yang berparas tampan atau cantik akan menjadi rebutan paksa untuk memuaskan nafsu bejat penduduk setempat.
Dakwah Nabi Luth untuk menghentikan kebiasaan ini tertuang dalam Al-Qur'an Surat Ash-Ashu’ara’ ayat 165-166.
Ketekunan...
Nabi Luth melaksanakan dakwahnya dengan ketekunan tinggi, baik secara kelompok maupun perorangan. Namun, pengaruh hawa nafsu dan tipu daya setan telah mendarah daging dalam kaum Sodom. Ajaran sang nabi hanya dianggap angin lalu.
Puncaknya, kaum Sodom merasa kesal atas peringatan yang terus-menerus diberikan oleh Nabi Luth. Mereka justru mengancam akan mengusir sang nabi beserta keluarganya karena dianggap ”sok suci” dan mengganggu kebebasan mereka dalam bermaksiat.
Merasa dakwahnya telah mencapai titik buntu, Nabi Luth memohon kepada Allah SWT agar memberikan keputusan yang adil kepada kaum Sodom.
Allah pun mengabulkan doa tersebut dengan mengutus tiga malaikat yang menyamar sebagai lelaki muda berparas sangat tampan dan bertubuh tegap.
Kehadiran para tamu ini sempat membuat Nabi Luth merasa bingung dan khawatir, sebab ia tahu kaumnya akan mengincar pemuda-pemuda tersebut.
Kekhawatiran itu terbukti, istri Nabi Luth sendiri membocorkan kedatangan tamu tampan itu kepada penduduk kota. Tak lama kemudian, massa mengepung rumah Nabi Luth dan mendesak agar para tamu tersebut diserahkan.
Di tengah kondisi genting, para tamu tersebut mengungkapkan identitas asli mereka sebagai utusan Allah. Mereka membutakan mata para penyerbu secara seketika sehingga kaum Sodom kehilangan penglihatan dan gagal mendobrak masuk.
Para malaikat memerintahkan Nabi Luth untuk segera meninggalkan kota sebelum waktu fajar tiba bersama keluarga dan pengikutnya yang beriman. Mereka diberi pesan tegas untuk tidak menoleh ke belakang.
Tragis...
Tragisnya, istri Nabi Luth yang selama ini menjadi musuh dalam selimut tidak mampu melepaskan keterikatannya pada kaumnya. Ia berjalan lambat dan terus menoleh ke belakang karena meragukan ancaman azab tersebut.
Tepat saat fajar menyingsing, Allah SWT menjatuhkan hukuman yang sangat dahsyat. Negeri Sodom diguncang gempa hebat yang membalikkan tanah, diiringi hujan batu dari tanah yang terbakar secara bertubi-tubi. Seluruh penghuni kota yang lalim, termasuk istri Nabi Luth, binasa seketika.