Kisah Nabi
Meneladani Kesabaran Nabi Hud AS hingga Dianggap Gila Oleh Kaumnya
Cholis Anwar
Senin, 23 Februari 2026 10:20:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jakarta – Kisah perjuangan Nabi Hud AS, nabi keempat dalam silsilah kenabian Islam, kembali menjadi refleksi penting bagi umat manusia.
Nabi Hud AS, yang hidup sekitar tahun 2450-2320 SM, merupakan putra dari Abdullah bin Ribah dan merupakan keturunan langsung dari Nabi Nuh AS.
Beliau diutus menjadi rasul pada usia sekitar 50 tahun untuk mendatangi kaumnya di wilayah Al-Ahqaf, sebuah daerah pegunungan pasir yang terletak di antara Yaman dan Oman.
Nabi Hud AS dikenal sejak kecil sebagai sosok yang memiliki kepribadian terpuji. Sifat jujur, amanah, kerja keras, serta budi pekerti luhur yang dimilikinya menjadikannya figur yang dihormati di lingkungannya.
Namanya bahkan diabadikan oleh Allah SWT dalam Al-Qur'an sebagai nama surat ke-11.
Dalam perjalanannya, Nabi Hud AS berdakwah kepada kaum ‘Ad. Kaum ‘Ad sendiri hidup dalam kesejahteraan, memiliki fisik yang kuat, serta hasil pertanian yang melimpah ruah. Namun, nikmat duniawi tersebut justru membuat mereka lalai.
Bukannya bersyukur, kaum ‘Ad justru meninggalkan ajaran tauhid dan beralih menyembah berhala yang mereka beri nama ”Shamud”" dan ”Al-hattar”. Mereka meyakini bahwa tuhan-tuhan batu tersebutlah yang memberikan perlindungan dan kemakmuran bagi mereka.
Guna mengembalikan mereka ke jalan yang benar, Allah SWT mengutus Nabi Hud AS. Dalam dakwahnya, beliau dengan bijaksana menjelaskan, hanya Allah Sang Pencipta yang berhak disembah. Sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an Surat Hud ayat 50.
Penuh kesabaran...
- 1
- 2



