Minggu, 26 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jakarta – Setelah membahas tentang Nabi Hud dengan kesabaran dan kekuatannya menghadapi kaumnya untuk menyerukan agama Allah, kini kisah selanjutnya adalah pada Nabi Saleh dengan kaumnya, yakni yang dikenal dengan bangsa Tsamud.

Nabi Saleh AS merupakan nabi kelima dalam silsilah kenabian Islam, yang masih memiliki garis keturunan dari Nabi Nuh AS. Beliau diutus Allah SWT kepada kaum Tsamud, suku bangsa Arab yang mendiami wilayah Al-Hijr, kawasan strategis di antara Hijaz dan Syam.

Kaum Tsamud dikenal sebagai masyarakat yang sangat makmur. Tanah mereka subur, ternak mereka gemuk, dan mereka memiliki keahlian arsitektur yang luar biasa. Sebagaimana termaktub dalam Al-Qur'an Surat Al-Fajr ayat 9, mereka adalah bangsa yang mampu memotong batu-batu besar di lembah untuk dijadikan tempat tinggal yang megah.

Namun, di balik kemegahan itu, mereka terjerumus dalam penyembahan berhala nenek moyang. Nabi Saleh AS, yang dikenal bijaksana dan berasal dari keluarga terpandang, muncul di tengah mereka untuk membawa risalah tauhid.

Namun, ajakan tersebut justru menuai penolakan dan tuduhan bahwa beliau adalah seorang pembohong.

Guna membuktikan kenabiannya, kaum Tsamud menantang Nabi Saleh AS untuk mendatangkan mukjizat yang tidak masuk akal, yakni seekor unta betina hamil 10 bulan yang keluar dari dalam batu besar.

Atas izin Allah SWT, tantangan tersebut terpenuhi. Seekor unta mukjizat muncul setelah Nabi Saleh AS menepuk batu yang ditunjuk. Unta ini kemudian menjadi ujian bagi kaum Tsamud. Mereka diwajibkan berbagi air sumur dengan unta tersebut secara bergantian dan dilarang keras untuk menyakitinya.

Keajaiban unta yang susunya tak pernah habis diperah ini sempat membagi kaum Tsamud menjadi dua golongan, mereka yang akhirnya beriman dan mereka yang tetap membangkang.

Merasa terancam...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Religi Terkini

Terpopuler