Minggu, 26 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Golongan yang menentang ajaran Nabi Saleh AS merasa terancam dengan semakin banyaknya pengikut nabi.

Dipicu oleh sayembara dari janda kaya raya, dua orang lelaki bernama Mushadda’ bin Mukharrij dan Gudar bin Salif, dibantu tujuh orang lainnya, menyusun siasat untuk menghabisi unta mukjizat tersebut.

Setelah unta itu berhasil dibunuh, bukannya bertaubat, kaum Tsamud malah menantang Nabi Saleh AS untuk segera mendatangkan azab yang dijanjikan.

Nabi Saleh AS memberikan peringatan terakhir bahwa azab akan datang dalam tiga hari. Pada hari pertama, wajah kaum yang ingkar berubah menjadi kuning, hari kedua menjadi merah, dan hari ketiga menghitam.

Pada hari keempat, janji Allah SWT pun tiba. Suara menggelegar dari langit disertai gempa bumi yang dahsyat meluluhlantakkan negeri Al-Hijr. Kaum Tsamud yang sombong mati bergelimpangan di dalam reruntuhan tempat tinggal mereka sendiri tanpa sisa.

Namun, sebagaimana dijanjikan dalam Al-Qur'an Surat Hud ayat 66, Allah SWT menyelamatkan Nabi Saleh AS dan para pengikutnya yang beriman berkat rahmat-Nya.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Religi Terkini

Terpopuler