Minggu, 26 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

DAKWAH pada prinsipnya berupa aktivitas personal manusia yang diberi kelebihan ilmu pengetahuan bila dibanding orang lain. Prinsip ini adalah mengajak orang lain dari yang tidak berilmu menjadi berilmu dan dari orang yang tidak berperilaku baik untuk menjadi baik, atau mengajak orang menjadi berguna bagi manusia lainnya.

Anjuran berdakwah ini bisa bermakna secara umum dan khusus. Secara umum mengacu pada firman Allah SWT yang artinya: “ Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik“ (QS: al-Nahl: 125).

Sedangkan, secara khusus, adalah mengajak diri sendiri untuk selalu berbuat baik sebagai mana firman Allah SWT yang artinya: “Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri” (QS: al-Baqarah: 44).

Memahami makna seruan tersebut, maka muncul pertanyaan bagaimana dakwah di era digital melalui spirit filantropi dalam menggapai lailatul qadar?

Pertanyaan ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan realitas fenomena ideal dan kontekstual. Fenomena ideal, yang sebenarnya diharapankan adalah dengan dakwah di era digital yang berbasis filantropi kondisi kesejahteraan ekonomi masyarakat menjadi lebih baik, akan tetapi dalam fenomena kontekstualnya tidak demikian.

Artinya antara fenomena ideal dengan kontekstual terjadi diferensiasi yang signifikan, yaitu semakin tumbuh suburnya kemiskinan.

Dakwah digital merupakan dakwah syiar Islam dengan menggunakan media teknologi internet, website, media sosial, dan aplikasi mobile lainnya secara efektif dan efisien.

Dakwah di era digital dalam konteks filantropi ini menjadi pondasi utama dalam membangun peradaban tanpa batas tempat dan waktu dengan argumentasi bahwa Rasulullah SAW tidak diutus oleh Allah SWT di dunia ini, melainkan untuk menciptakan perilaku filantropi yang terealisasi dalam konsep hidup rahmatan lil alamin (kasih sayang) pada semua manusia di seluruh alam jagat raya ini secara universal (QS: al-Anbiya: 107).

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Religi Terkini

Terpopuler