Minggu, 26 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Ilmu dan pengetahuan dari materi yang disampaikan penceramah dalam majlis taklim bisa saja terserap secara kognitif di otak, tetapi apakah ia juga meresap ke dalam hati?

Dalam tradisi Islam, belajar bukan sekadar transfer informasi (transfer of knowledge), tetapi juga transfer cahaya (nur) dan adab. Keberkahan sebuah majelis seringkali terletak pada kesungguhan langkah kaki dan ketawadluan seorang murid saat bertatap muka langsung dengan gurunya.

Digital adalah Sarana, Bukan Pengganti Sepenuhnya

Sebagaimana hakekat makna dari teknologi sebagai alat atau media untuk menghantarkan pencapaian suatu tujuan. Majelis taklim virtual melalui zoom,  juga seharusnya sebagai sarana pelengkap, bukan pengganti total dari pemenuhan kebutuhan “ngaji” dan pendalaman pengetahuan keagamaan.

Ia adalah solusi saat jarak tak terjangkau atau kondisi tak memungkinkan untuk hadir langsung pada sebuah majlis. Namun, jika kita memiliki kesempatan untuk hadir secara fisik tapi lebih memilih layar hanya karena alasan malas, di situlah kita kehilangan sesuatu yang berharga.

Ada energi kolektif yang tidak bisa digantikan oleh sinyal WiFi. Ada rasa persaudaraan saat bersalaman dengan sesama jemaah, dan ada ketenangan yang turun saat malaikat menaungi majelis yang dihadiri secara fisik.

Majelis taklim di era Zoom adalah tantangan bagi kesungguhan kita. Apakah kita menggunakan teknologi untuk semakin haus akan ilmu, atau justru membuat kita menjadi penuntut ilmu yang "manja" dan kehilangan adab?

Mari jadikan siaran langsung sebagai sarana untuk terus mengisi gelas jiwa kita yang kosong di sela kesibukan. Namun, jangan pernah melupakan jalan menuju masjid, jalan menuju majelis taklim.

Karena pada akhirnya, se-canggih apa pun media virtual kita, ia tidak akan pernah bisa menggantikan pancaran keberkahan yang terpancar dari tatapan mata dan kedekatan fisik dalam sebuah majelis ilmu. Wallaahu a’lam bil-shawab. (*)

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Religi Terkini

Terpopuler