Tausiah Ramadan 2026
Kultum Singkat, Informasi Padat atau Makna yang Sederhana
Murianews
Selasa, 3 Maret 2026 05:02:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MARAKNYA kultum di bulan Ramadan selalu menjadi fenomena berulang yang menarik untuk direnungkan.
Kultum (Kuliah Tiga/Tujuh Menit) adalah ceramah keislaman singkat karena disampaikan sekitar tujuh menit. Pelaksanaan kultum bisa secara tatap muka di masjid maupun melalui media digital.
Tujuan kultum adalah untuk menyampaikan pesan keislaman secara efisien dan mudah dipahami. Kutipan dalil Alquran dan hadits juga disebutkan dalam kultum. Kultum sebetulnya tidak hanya terbatas di bulan Ramadan saja.
Namun, kita sering menjumpai kultum di bulan Ramadhan hampir setiap selesai sholat berjamaah di masjid. Algoritma media digital pun banyak dihiasi dengan konten kultum baik di YouTube, Instagram, maupun TikTok. Tak terkecuali di WhatsApp baik jaringan pribadi, grup, maupun saluran.
Tentu saja kultum yang membanjiri bulan Ramadhan adalah fenomena yang baik. Namun, fenomena ini juga memicu kekritisan tentang apakah singkatnya kultum juga merupakan padatnya informasi? Atau apakah kultum benar-benar menyampaikan makna yang sederhana dan bukan euforia tanpa ruh
Dinamika dakwah digital tidak hanya memunculkan tantangan pada “apa yang disampaikan”. Tantangan dakwah di era scrol medsos juga pada “bagaimana penyampaian yang cepat, tepat, dan bermakna”. Khalayak dakwah tidak hanya membutuhkan materi kultum yang pendek tapi juga jernih.
Ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam Quran Surat An Nahl ayat 125 yang sepenggal artinya adalah, “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan mu dengan hikmah dan Pelajaran yang baik…” Istilah “hikmah” dapat dimaknai sebagai kebijaksanaan dan ketepatan. Tepat dalam semua unsur dakwah tanpa menghilangkan substansinya.



