Minggu, 26 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jakarta – Dalam rangkaian ibadah haji, Tawaf bukan sekadar ritual mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali. Momen ini merupakan ruang spiritual bagi jemaah untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta melalui zikir hingga doa.

Untuk meraih kesempurnaan ibadah, umat Islam dianjurkan mengikuti tata cara dan etika yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Merujuk pada Kitab Al-Wajiz fi Fiqh As-Sunnah Sayyid Sabiq karya Syaikh Sulaiman Ahmad Yahya al-Faifi, terdapat perbedaan ritme langkah saat mengitari Baitullah.

Jemaah disunnahkan untuk melakukan lari-lari kecil pada tiga putaran pertama. Teknik ini dilakukan dengan mempercepat langkah kaki sembari memposisikan diri sedekat mungkin dengan Ka’bah.

Sedangkan pada empat putaran sisanya, jemaah cukup berjalan dengan kecepatan normal. Perbedaan ritme ini mengandung hikmah ketangkasan sekaligus ketenangan dalam beribadah.

Tawaf adalah waktu utama untuk berzikir. Menariknya, Imam an-Nawawi dalam Kitab al-Adzkar menyebutkan para ulama Syafi’iyah sangat menganjurkan pembacaan Al-Qur’an selama tawaf. Hal ini dikarenakan Al-Qur'an adalah bentuk zikir yang paling utama.

Setelah menyelesaikan putaran ketujuh, jemaah tidak dianjurkan langsung meninggalkan area pelataran. Ada dua amalan sunnah penutup yang sangat dianjurkan Salat Sunnah Dua Rakaat.  

Setelah salat, jemaah bebas memanjatkan doa apa pun yang disukai, karena ini adalah salah satu waktu di mana pintu langit terbuka bagi permohonan hamba-Nya.

Doa setelah tawaf...

Dengan mengikuti panduan sunnah ini, diharapkan jemaah dapat menjalani ibadah dengan lebih khusyuk dan tertib, sehingga esensi dari ibadah Tawaf sebagai sarana komunikasi langsung dengan Allah SWT dapat tercapai secara maksimal.

Doa Sesudah Tawaf

اللَّهُمَّ يَارَبَّ الْبَيْتِ الْعَتِيْقِ اَعْتِقْ رِقَابَنَا وَرِقَابَ اَبَائِنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَإخْوَانِنَا وَاَوْلَادِنَامِنَ النَّارِ يَا ذَا الْجُوْدِ وَالْكَرَمِ وَالْفَضْلِ وَالْمَنِّ وَالْعَطَاءِ وَالْإحْسَانِ. الَّلهُمَّ أحْسِنْ عَاقِبتَنَا فِيْ الْأُمُوْرِ كُلِّهَا وَأجِرْنَا مِنْ خِزْيِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الْأخِرَةِ اللَّهُمَّ إنِّيْ عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ وَاقِفٌ تَحْتَ بَابِكَ مُلْتَزَمٌ بِأعْتَابِكَ مُتَذَلِلٌ بَيْنَ يَدَيْكَ أرْجُوْ رَحْمَتَكَ وَأخْشَى عَذَابَكَ يَاقَدِيْمَ الْإحْسَانِ. الَّلهُمَّ إنِّي أسْئَلُكَ اَنْ تَرْفَعَ ذِكْرِيْ وَتَضَعَ وِزْرِيْ وتُصْلِحَ أمْرِيْ وَتُطَهِّرَ قَلْبِيْ وَتُنَوِّرَ لِي فِيْ قَبْرِي وَتَغْفِرَ لِيْ ذَنْبِيْ وَأَسْئَلُكَ الدَّرَجَاتِ الْعُلَى مِنَ الْجَنَةِ

Allohuma Ya Robalbaitil 'atiq, a'tiq riqobana, wariqoba aba-ina, wa umahatina, wa ikhwanina waauladina minanar, yadzaljudi, walkaromi, walfadhli, walmani wal 'itho-i, wal-ihsan. Allahuma ahsin 'aqibatana, fil-umurikuliha, wa-ajirna min khizyi dunia, wa'adzabil- akhiroh. Allahuma ini 'abduka wabnu 'abdika waqifun tahta babika, multazamun bi a'tabika, mutadzalilun ba'ina yadaika, arju rohmataka, wa-akhsya 'adzabaka yaqodimal-ihsan. Allahuma ini as-aluka, antarfa'a dzikri, watadho'a wizri, watusliha amri, watuthohiro qolbi, watunawiro li fiqobri, wataghfiro li dzanbi, wa-asluka darojatil'ula minal-janah.

Artinya: ”Ya Allah yang memilihara Ka'bah ini, bebaskanlah diri kami, bapak dan ibu kami, saudar-saudara dan anak-anak kami dari siksa neraka, wahai Tuhan Yang Maha Pemurah, Dermawan dan yang mempunyai keutamaan, kemuliaan, kelebihan, anugerah, pemberian dan kebaikan. Ya Allah, perbaikilah kesudahan segenap urusan kami dan jauhkanlah dari kehinaan dunia dan siksa di akhirat. Ya Allah sesunggunya aku adalah hambaMu anak dari hambaMu, tegak berdiri merapat dibawah pintu Ka'bahMu menundukkan diri dihadapanMu sambil mengharapkan rahmatMu, kasih sayangMu, dan takut akan siksaMu. Wahai Tuhan Pemilik kebaikan abadi, aku mohon padaMu agar Engkau tinggikan namaku, hapuskan dosaku, perbaiki segala urusanku, bersihkan hatiku, berilah cahaya kelak dalam kuburku. Ampunilah dosaku dan aku mohon padaMu martabat yang tinggi didalam surga,”

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Religi Terkini

Terpopuler