Minggu, 26 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jakarta – Perjalanan ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan spiritual tingkat tinggi menuju rumah Allah (Baitullah).

Sebagai tamu Allah, persiapan yang matang tidak hanya soal koper dan paspor, tetapi juga kesiapan batin dan adab saat melangkahkan kaki pertama kali keluar dari rumah.

Mengutip dari buku Doa dan Dikir Haji dan Umrah yang diterbitkan oleh Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), berikut adalah panduan adab dan doa sesuai tuntunan bagi jemaah yang akan berangkat:

Doa sebelum keluar rumah

Sebelum benar-benar meninggalkan rumah, jemaah disunnahkan untuk melaksanakan salat sunah dua rakaat. Salat ini merupakan bentuk kepasrahan diri dan permohonan perlindungan kepada Allah SWT.

Rakaat pertama membaca Surah Al-Fatihah diikuti dengan Surah Al-Kafirun. Sementara pada rakaat kedua kedua membaca Surah Al-Fatihah diikuti dengan Surah Al-Ikhlas.

Setelah menyelesaikan salat dan sebelum melintasi pintu rumah, jemaah dianjurkan membaca doa khusus.

Teks Arab:

الْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ هَدَانِيْ بِالْإِسْلَامِ وَأَرْشَدَنِيْ إِلَى أَدَاءِ مَنَاسِكِيْ حَاجًّا بِبَيْتِهِ وَمُعْتَمِرًا بِمَشَاعِرِهِ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. اللهُمَّ بِكَ انْتَشَرْتُ وَإِلَيْكَ تَوَجَّهْتُ وَبِكَ اعْتَصَمْتُ، اللهُمَّ أَنْتَ ثِقَتِي وَرَجَائِي، اللهُمَّ فَاكْفِنِي مَا هَمَّنِي وَمَا لَا أَهْتَمُّ لَهُ اللهُمَّ زَوِّدْنِي التَّقْوَى، وَاغْفِرْ لِي ذَنْبِي وَوَجِّهْنِي لِلْخَيْرِ أَيْنَمَا تَوَجَّهْتُ.

 Artinya: ”Segala puji bagi Allah yang telah memberi petunjuk kepadaku dengan Islam dan memberi bimbingan kepadaku untuk menunaikan manasik hajiku di rumah-Nya dan mengerjakan umrah di tempat lambang-lambang (masya’ir) keagungan-Nya. Ya Allah, berilah salawat atas Nabi yang tidak bisa baca dan tulis (ummi) beserta keluarga dan para sahabatnya. Ya Allah, bersama-Mu aku bertebaran, kepada-Mu aku menghadap dan dengan-Mu aku berpegang teguh. Ya Allah, Engkau kepercayaanku dan harapanku, maka Ya Allah lindungilah aku dari sesuatu yang menyusahkan dan sesuatu yang tidak aku perlukan. Ya Allah, bekalilah aku dengan takwa dan ampunilah dosaku serta hadapkanlah wajahku pada hal-hal yang baik kemana-pun aku menghadapkan,”

Dengan menjalankan sunah salat dan doa ini, diharapkan jemaah berangkat dengan hati yang tenang, fokus yang lurus, dan pulang kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Religi Terkini

Terpopuler