Teladan Nabi
Nabi Zakaria AS: Kisah Keteguhan Doa dan Pengabdian di Baitul Maqdis
Cholis Anwar
Selasa, 17 Maret 2026 18:02:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jakarta – Dalam deretan 25 nabi dan rasul, kisah Nabi Zakaria AS menjadi salah satu narasi yang paling menyentuh tentang kekuatan doa dan kesabaran.
keturunan Nabi Sulaiman AS dari kaum Bani Israil ini lahir di Palestina sekitar tahun 91 sebelum Masehi.
Perjalanan hidupnya, yang diabadikan sebanyak delapan kali dalam Al-Qur'an, menawarkan hikmah mendalam bagi umat Muslim tentang harapan yang tak pernah padam.
Nabi Zakaria dikenal sebagai sosok yang sangat sederhana. Untuk menafkahi keluarganya, beliau bekerja sebagai tukang kayu, sebuah fakta yang dikonfirmasi dalam hadis riwayat Muslim dan Ibnu Majah.
Salah satu peran besar beliau adalah menjadi wali atau pelindung bagi Maryam, ibunda Nabi Isa AS. Setelah melalui perdebatan panjang di kalangan pemuka agama saat itu, Nabi Zakaria yang merupakan paman Maryam terpilih untuk mengasuhnya di Baitul Maqdis.
Di sana, beliau menjaga dan mendampingi Maryam hingga tumbuh menjadi wanita yang paling bertakwa.
Salah satu mukjizat paling fenomenal yang dialami Nabi Zakaria adalah dikabulkannya doa untuk memiliki keturunan.
Di saat usianya telah mencapai 90 tahun, tulang-tulangnya sudah rapuh, dan istrinya, Iisya, dinyatakan mandul, Nabi Zakaria tetap tak berhenti mengetuk pintu langit.
Berdoa...
- 1
- 2



