Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jakarta – Pelaksanaan salat Tarawih di bulan suci Ramadan umumnya tidak berdiri sendiri. Umat Muslim di Indonesia lazimnya menutup rangkaian ibadah malam tersebut dengan Sholat Witir.
Tradisi yang banyak dijumpai di berbagai masjid adalah melaksanakan 20 rakaat Tarawih yang kemudian disempurnakan dengan 3 rakaat Witir, sehingga total menjadi 23 rakaat.
Dalam teknis pelaksanaannya, Sholat Witir tiga rakaat sering dilakukan dengan dua kali salam, yakni dua rakaat pertama diakhiri salam, kemudian disambung dengan satu rakaat tunggal.
Secara bahasa, ”Witir” memiliki arti ganjil. Hal ini sejalan dengan fungsinya sebagai pengganjil sekaligus penutup dari seluruh rangkaian salat yang dikerjakan seorang Muslim dalam satu hari.
Sebagai ibadah yang fleksibel, jumlah rakaat Witir boleh bervariasi selama bilangannya ganjil. Rasulullah SAW memberikan pilihan bagi umatnya mulai dari lima rakaat, tiga rakaat, hingga minimal satu rakat.
Bagi umat Muslim yang akan melaksanakan shalat Witir, berikut adalah panduan niat yang dapat dilafalkan, baik untuk pengerjaan dua rakaat maupun satu rakaat:
Niat Sholat Witir Satu Rakaat
أُصَلِّيْ سُنَّةً مِنَ الْوِتْرِ رَكْعَةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushallî sunnatan minal witri rak’atan lillahi ta’âlâ
Artinya: “Aku niat shalat sunnah witir satu rakaat karena Allah ta’ala.”
Niat Sholat Witir Dua Rakaat
أُصَلِّيْ سُنَّةً مِنَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushallî sunnatan minal witri rak’ataini lillahi ta’âlâ
Artinya, “Aku niat shalat sunnah witir dua rakaat karena Allah ta’ala.”



