Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jakarta – Puasa Asyura yang selalu dilakukan pada tanggal 10 Muharam atau bertepatan pada Minggu, 6 Juli 2025, menjadi momen penting bagi umat islam untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Dalam ajaran Islam, setiap amalan ibadah harus diawali dengan niat tulus karena Allah SWT, termasuk ketika hendak menjalankan puasa Asyura.
Keutamaan puasa Asyura, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Muslim, adalah bahwa puasa pada hari tersebut dapat menghapus dosa-dosa kecil selama setahun sebelumnya.
Oleh karena itu, Puasa Asyura menjadi kunci utama untuk meraih keutamaan ini. Dengan niat yang ikhlas, ibadah akan menjadi lebih bermakna dan berpeluang besar diterima di sisi Allah SWT.
Lebih jauh, Puasa Asyura juga mengajarkan umat Islam untuk mempersiapkan diri secara spiritual sebelum menjalankan ibadah.
Dalam tradisi masyarakat Indonesia, niat Puasa Asyura sering kali diajarkan dalam majelis taklim atau pengajian menjelang 10 Muharram.
Hal ini bertujuan untuk mengajak umat Islam memahami esensi niat sebagai bentuk komitmen spiritual, sehingga puasa yang dikerjakan bukan hanya rutinitas, melainkan juga sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Niat Puasa Asyura:
نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُورَاءَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma Âsyûrâ-a Sunnatan lilâhi ta’âlâ
Artinya: Aku berniat puasa sunah Asyura karena Allah Ta’ala.



