Mereka yang mau berangkat, perlu mempersiapkan segala kebutuhan, mulai dari kesehatan hingga bekal ilmu.
Namun, yang paling utama, yakni niat berhaji ikhlas karena Allah SWT kemudian diiringi ’’
Labbaika ‘umratan’’, atau ’’
Labbaika hajjan wa ‘umratan’’, atau ’’
Labbaika hajjan’’ sesuai dengan jenis haji yang hendak dilakukan di tempat-tempat (miqat) yang sudah ditentukan.
Baca: Ajukan Cuti Haji, Pria di Padang Malah Dikasih Surat PensiunMenurut Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah, cara niat yang diiringi dengan ucapan dalam hal ini berdasarkan firman Allah SWT dan perbuatan Nabi Saw. dalam riwayat berikut:
وَمَآ أُمِرُوٓا۟ إِلَّا لِيَعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ حُنَفَآءَ وَيُقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ ٱلْقَيِّمَةِ
’’Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.’’ [QS. Al-Bayyinah (89): 5];
dan firman Allah lainnya:
مَا كَذَبَ ٱلْفُؤَادُ مَا رَأَىٰٓ
’’Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya’’ [QS. an-Najm (53): 11].
Baca: Dibagi 5 Kloter, Ini Jadwal Keberangkatan Jemaah Haji MagelangAda pula penggalan dari hadis Nabi Saw: “Sesungguhnya amalan-amalan itu (harus dilakukan) dengan niat, dan bagi setiap orang apa yang diniatkan…” [HR. al-Bukhari]; dan hadis Nabi Saw lainnya: “Saya mendengar Rasulullah Saw membaca talbiyah untuk berihram haji dan umrah bersama-sama dengan bacaan “Labbaika ‘umratan wa hajjan” (Aku patuhi perintahMu untuk umrah dan haji)” [HR. al-Bukhari dan Muslim].Selain niat, calon jamaah haji juga mesti mengetahu lafaz talbiyah yang benar. Lafal/redaksi talbiyah yang disepakati ulama adalah sebuah riwayat populer dari Rasulullah Saw:
عن عبد اللهِ بنِ عمرَ رضيَ اللهُ عنهما أنَّ تلْبيةَ رسولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم: لَبَّيْكَ اللّهمَّ لبَّيك، لبَّيكَ لاشريكَ لكَ لبَّيكَ، إنَّ الحمدَ والنعمةَ لكَ والملكَ، لا شَرِيكَ لكَ -رواه البخارى
’’Dari Abdulah bin Umar ra. (diriwayatkan) bahwa talbiyyah Rasulullah Saw: aku patuhi perintahMu ya Allah, aku patuhi, aku patuhi. Tiada sekutu bagimu, sesungguhnya segala puji dan nikmat adalah milikMu, begitu pula kekuasaan, tiada sekutu bagiMu’’ [HR. Al-Bukhari].Membaca lafaz talbiyah di atas dapat dilakukan sendiri, bersamaan, atau boleh melalui komando hingga anggota/jamaah mengikutinya. Demikian didasarkan pada sebuah riwayat mauquf:(Diriwayatkan) Dari Abdurrahman bin Yazid dan al-Aswad binYazid keduanya berkata: Kami mendengar Abdullah bin Mas’ud berkata di Ja m’ (nama tempat): aku mendengar seseorang yang diturunkan padanya surat al-Baqarah di tempat ini membaca labbaikallahumma labbaik, sesudah itu ia membaca talbiyah dan kami pun ikut bertalbiyah (memulai ihram) (HR. Muslim).
Murianews, Kudus – Jemaah haji Indonesia mulai diberangkatkan ke tanah suci, Kamis (24/5/2023). Beberapa masih menunggu jadwal keberangkatan yang sudah ditentukan.
Mereka yang mau berangkat, perlu mempersiapkan segala kebutuhan, mulai dari kesehatan hingga bekal ilmu.
Namun, yang paling utama, yakni niat berhaji ikhlas karena Allah SWT kemudian diiringi ’’
Labbaika ‘umratan’’, atau ’’
Labbaika hajjan wa ‘umratan’’, atau ’’
Labbaika hajjan’’ sesuai dengan jenis haji yang hendak dilakukan di tempat-tempat (miqat) yang sudah ditentukan.
Baca: Ajukan Cuti Haji, Pria di Padang Malah Dikasih Surat Pensiun
Menurut Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah, cara niat yang diiringi dengan ucapan dalam hal ini berdasarkan firman Allah SWT dan perbuatan Nabi Saw. dalam riwayat berikut:
وَمَآ أُمِرُوٓا۟ إِلَّا لِيَعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ حُنَفَآءَ وَيُقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ ٱلْقَيِّمَةِ
’’Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.’’ [QS. Al-Bayyinah (89): 5];
dan firman Allah lainnya:
مَا كَذَبَ ٱلْفُؤَادُ مَا رَأَىٰٓ
’’Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya’’ [QS. an-Najm (53): 11].
Baca: Dibagi 5 Kloter, Ini Jadwal Keberangkatan Jemaah Haji Magelang
Ada pula penggalan dari hadis Nabi Saw: “Sesungguhnya amalan-amalan itu (harus dilakukan) dengan niat, dan bagi setiap orang apa yang diniatkan…” [HR. al-Bukhari]; dan hadis Nabi Saw lainnya: “Saya mendengar Rasulullah Saw membaca talbiyah untuk berihram haji dan umrah bersama-sama dengan bacaan “Labbaika ‘umratan wa hajjan” (Aku patuhi perintahMu untuk umrah dan haji)” [HR. al-Bukhari dan Muslim].
Selain niat, calon jamaah haji juga mesti mengetahu lafaz talbiyah yang benar. Lafal/redaksi talbiyah yang disepakati ulama adalah sebuah riwayat populer dari Rasulullah Saw:
عن عبد اللهِ بنِ عمرَ رضيَ اللهُ عنهما أنَّ تلْبيةَ رسولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم: لَبَّيْكَ اللّهمَّ لبَّيك، لبَّيكَ لاشريكَ لكَ لبَّيكَ، إنَّ الحمدَ والنعمةَ لكَ والملكَ، لا شَرِيكَ لكَ -رواه البخارى
’’Dari Abdulah bin Umar ra. (diriwayatkan) bahwa talbiyyah Rasulullah Saw: aku patuhi perintahMu ya Allah, aku patuhi, aku patuhi. Tiada sekutu bagimu, sesungguhnya segala puji dan nikmat adalah milikMu, begitu pula kekuasaan, tiada sekutu bagiMu’’ [HR. Al-Bukhari].
Membaca lafaz talbiyah di atas dapat dilakukan sendiri, bersamaan, atau boleh melalui komando hingga anggota/jamaah mengikutinya. Demikian didasarkan pada sebuah riwayat mauquf:
(Diriwayatkan) Dari Abdurrahman bin Yazid dan al-Aswad binYazid keduanya berkata: Kami mendengar Abdullah bin Mas’ud berkata di Ja m’ (nama tempat): aku mendengar seseorang yang diturunkan padanya surat al-Baqarah di tempat ini membaca labbaikallahumma labbaik, sesudah itu ia membaca talbiyah dan kami pun ikut bertalbiyah (memulai ihram) (HR. Muslim).