Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Mereka yang mau berangkat, perlu mempersiapkan segala kebutuhan, mulai dari kesehatan hingga bekal ilmu.

Namun, yang paling utama, yakni niat berhaji ikhlas karena Allah SWT kemudian diiringi ’’Labbaika ‘umratan’’, atau ’’Labbaika hajjan wa ‘umratan’’, atau ’’Labbaika hajjan’’ sesuai dengan jenis haji yang hendak dilakukan di tempat-tempat (miqat) yang sudah ditentukan.

Baca: Ajukan Cuti Haji, Pria di Padang Malah Dikasih Surat Pensiun

Menurut Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah, cara niat yang diiringi dengan ucapan dalam hal ini berdasarkan firman Allah SWT dan perbuatan Nabi Saw. dalam riwayat berikut:

وَمَآ أُمِرُوٓا۟ إِلَّا لِيَعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ حُنَفَآءَ وَيُقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ ٱلْقَيِّمَةِ


’’Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.’’ [QS. Al-Bayyinah (89): 5];

dan firman Allah lainnya:

مَا كَذَبَ ٱلْفُؤَادُ مَا رَأَىٰٓ


’’Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya’’ [QS. an-Najm (53): 11].Baca: Dibagi 5 Kloter, Ini Jadwal Keberangkatan Jemaah Haji MagelangAda pula penggalan dari hadis Nabi Saw: “Sesungguhnya amalan-amalan itu (harus dilakukan) dengan niat, dan bagi setiap orang apa yang diniatkan…” [HR. al-Bukhari]; dan hadis Nabi Saw lainnya: “Saya mendengar Rasulullah Saw membaca talbiyah untuk berihram haji dan umrah bersama-sama dengan bacaan “Labbaika ‘umratan wa hajjan” (Aku patuhi perintahMu untuk umrah dan haji)” [HR. al-Bukhari dan Muslim].Selain niat, calon jamaah haji juga mesti mengetahu lafaz talbiyah yang benar. Lafal/redaksi talbiyah yang disepakati ulama adalah sebuah riwayat populer dari Rasulullah Saw:

عن عبد اللهِ بنِ عمرَ رضيَ اللهُ عنهما أنَّ تلْبيةَ رسولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم: لَبَّيْكَ اللّهمَّ لبَّيك، لبَّيكَ لاشريكَ لكَ لبَّيكَ، إنَّ الحمدَ والنعمةَ لكَ والملكَ، لا شَرِيكَ لكَ -رواه البخارى

’’Dari Abdulah bin Umar ra. (diriwayatkan) bahwa talbiyyah Rasulullah Saw: aku patuhi perintahMu ya Allah, aku patuhi, aku patuhi. Tiada sekutu bagimu, sesungguhnya segala puji dan nikmat adalah milikMu, begitu pula kekuasaan, tiada sekutu bagiMu’’ [HR. Al-Bukhari].Membaca lafaz talbiyah di atas dapat dilakukan sendiri, bersamaan, atau boleh melalui komando hingga anggota/jamaah mengikutinya. Demikian didasarkan pada sebuah riwayat mauquf:(Diriwayatkan) Dari Abdurrahman bin Yazid dan al-Aswad binYazid keduanya berkata: Kami mendengar Abdullah bin Mas’ud berkata di Ja m’ (nama tempat): aku mendengar seseorang yang diturunkan padanya surat al-Baqarah di tempat ini membaca labbaikallahumma labbaik, sesudah itu ia membaca talbiyah dan kami pun ikut bertalbiyah (memulai ihram) (HR. Muslim).

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Religi Terkini

Terpopuler