Selain beribadah, umat kristiani melakukan tradisi-tradisi yang biasa dilakukan. Kenaikan Isa Almasih ini biasa disebut Kamis Kenaikan atau Kamis Kudus.
Berikut 10 tradisi yang biasa dilakukan umat Nasrani saat memperingati Kenaikan Isa Almasih seperti dilansir Orami.co.id.
Sebagian besar umat Nasrani di Indonesia akan merayakan Hari Kenaikan Isa Almasih di gereja. Tak hanya mengikuti misa, perayaan ini dilengkapi dengan nyanyi puji-pujian syukur.
Umat Kristen dan Katolik melakukan doa khusus untuk memperingati kenaikan Isa Almasih.
Beberapa umat Kristen dan Katolik mengamalkan puasa dan penyangkalan diri selama masa Kenaikan. Kegiatan ini sebagai bentuk persiapan dan pengudusan diri menyusul kebangkitan dan kenaikan Yesus.
Baik umat Kristen maupun Katolik, merayakan hari raya ini tentunya berbeda-beda setiap umat. Tapi, salah satu tradisi yang umum dilakukan adalah melakukan pelayanan di gereja.
Salah satu tradisi Kenaikan Isa Almasih adalah tarian dan penampilan drama. Dalam beberapa tradisi Kristen dan Katolik, tarian atau drama khusus dipentaskan untuk menggambarkan peristiwa kenaikan Isa Almasih.
Para umat akan melibatkan diri dalam kegiatan amal seperti membantu orang miskin, mengunjungi orang sakit, atau memberikan sumbangan kepada yang membutuhkan.
Dalam beberapa gereja Kristen dan Katolik, lilin-lilin khusus dinyalakan untuk memperingati kenaikan Isa Almasih. Lilin-lilin ini melambangkan Yesus sebagai Terang Dunia yang naik ke Surga.
Kenaikan Yesus sering kali dikaitkan dengan kedatangan Roh Kudus. Oleh karena itu, umat Kristen dan Katolik merenungkan peran dan kuasa Roh Kudus dalam hidup mereka.
Beberapa umat nasrani mengadakan pawai atau prosesi khusus sebagai bagian dari perayaan Kenaikan. Kegiatan ini berupa berjalan bersama dengan lambang-lambang keagamaan, seperti salib atau patung Yesus, sambil menyanyikan kidung puji-pujian dan berdoa.
Tradisi Kenaikan Isa Almasih yang terakhir adalah makan bersama keluarga setelah rangkaian acara di gereja selesai. Perayaan ini umumnya dirayakan secara pribadi oleh umat Kristiani maupun Katolik.
Murianews, Kudus – Umat Nasrani akan merayakan Kenaikan Isa Almasih, Kamis (18/5/2023). Kenaikan Isa Almasiih ini diperingati tiap tahunnya, pada hari ke-40 usai wafatnya Isa Almasih.
Selain beribadah, umat kristiani melakukan tradisi-tradisi yang biasa dilakukan. Kenaikan Isa Almasih ini biasa disebut Kamis Kenaikan atau Kamis Kudus.
Baca: Begini Makna Kenaikan Isa Almasih yang Diperingati 18 Mei 2023
Berikut 10 tradisi yang biasa dilakukan umat Nasrani saat memperingati Kenaikan Isa Almasih seperti dilansir Orami.co.id.
1. Misa di Gereja
Sebagian besar umat Nasrani di Indonesia akan merayakan Hari Kenaikan Isa Almasih di gereja. Tak hanya mengikuti misa, perayaan ini dilengkapi dengan nyanyi puji-pujian syukur.
2. Doa Khusus
Umat Kristen dan Katolik melakukan doa khusus untuk memperingati kenaikan Isa Almasih.
3. Puasa dan Penyangkalan Diri
Beberapa umat Kristen dan Katolik mengamalkan puasa dan penyangkalan diri selama masa Kenaikan. Kegiatan ini sebagai bentuk persiapan dan pengudusan diri menyusul kebangkitan dan kenaikan Yesus.
4. Pelayanan Gereja
Baik umat Kristen maupun Katolik, merayakan hari raya ini tentunya berbeda-beda setiap umat. Tapi, salah satu tradisi yang umum dilakukan adalah melakukan pelayanan di gereja.
Baca: Jelang Hari Kenaikan Isa Almasih, Tiga Gereja di Purwodadi Grobogan Disterilisasi
5. Tarian dan Drama
Salah satu tradisi Kenaikan Isa Almasih adalah tarian dan penampilan drama. Dalam beberapa tradisi Kristen dan Katolik, tarian atau drama khusus dipentaskan untuk menggambarkan peristiwa kenaikan Isa Almasih.
6. Kegiatan Amal
Para umat akan melibatkan diri dalam kegiatan amal seperti membantu orang miskin, mengunjungi orang sakit, atau memberikan sumbangan kepada yang membutuhkan.
7. Penyalaan Lilin
Dalam beberapa gereja Kristen dan Katolik, lilin-lilin khusus dinyalakan untuk memperingati kenaikan Isa Almasih. Lilin-lilin ini melambangkan Yesus sebagai Terang Dunia yang naik ke Surga.
8. Refleksi Roh Kudus
Kenaikan Yesus sering kali dikaitkan dengan kedatangan Roh Kudus. Oleh karena itu, umat Kristen dan Katolik merenungkan peran dan kuasa Roh Kudus dalam hidup mereka.
9. Pawai atau Prosesi Kenaikan
Beberapa umat nasrani mengadakan pawai atau prosesi khusus sebagai bagian dari perayaan Kenaikan. Kegiatan ini berupa berjalan bersama dengan lambang-lambang keagamaan, seperti salib atau patung Yesus, sambil menyanyikan kidung puji-pujian dan berdoa.
10. Makan Bersama atau Pesta Makan
Tradisi Kenaikan Isa Almasih yang terakhir adalah makan bersama keluarga setelah rangkaian acara di gereja selesai. Perayaan ini umumnya dirayakan secara pribadi oleh umat Kristiani maupun Katolik.