Selain beribadah, umat kristiani melakukan tradisi-tradisi yang biasa dilakukan. Kenaikan Isa Almasih ini biasa disebut Kamis Kenaikan atau Kamis Kudus.
Mengutip dari laman Paroki Vianney, ada empat makna dari Kenaikan Isa Almasih. Namun, secara keseluruhan bermakna kebangkitan. Berikut menjelasannya:
Kebangkitan memiliki ciri eskatologis di mana menyangkut Allah pada zaman akhir. Yesus dibangkitkan dari antara orang mati.
Kebangkitan Yesus memiliki 2 dimensi, yaitu antara Allah yang membangkitkan dan Yesus yang bertindak sendiri. Keduanya saling melengkapi.
Peristiwa kebangkitan Yesus adalah awal dari kebangkitan semua orang yang mati. Ia merupakan yang sulung dari orang-orang yang meninggal.Harapan akan keselamatan terjadi dalam diri Yesus dan berarti hari penyelamatan zaman akhir sudah tiba. Penyelamatan itu sudah datang dan terlaksana di dalam diri Yesus Kristus.
Kebangkitan yang dihadapi Yesus membuatNya mengatasi ruang dan waktu sehingga dapat selalu hadir di tengah murid-muridNya, manusia, dan dunia.Kebangkitan Yesus membawa diriNya pada kehidupan keAllahanNya. Dengan begitu, Yesus menjadi Imanuel dalam hidup umat manusia hingga menyertai manusia sampai kepada akhir zaman.
Peninggian memiliki makna akan suatu pengenalan surgawi dan suatu pelantikan Yesus ke dalam martabat dan kuasa Ilahi.Peninggian ini termasuk ke dalam peristiwa di mana Yesus masuk ke dalam kemuliaan Allah. Kemuliaan Allah dapat dilihat dan dialami oleh Gereja maupun iman. Naik ke surga berarti di mana Yesus menuju tempat Allah.
Murianews, Kudus – Tiap tahunnya, umat Nasrani merayakan Kenaikan Isa Almasih. Kenaikan Isa Almasih ini diperingati pada hari ke-40 wafatnya Isa Almasih. Tahun ini, Kenaikan Isa Almasih diperingati pada 18 Mei 2023.
Selain beribadah, umat kristiani melakukan tradisi-tradisi yang biasa dilakukan. Kenaikan Isa Almasih ini biasa disebut Kamis Kenaikan atau Kamis Kudus.
Lantas, apa makna dari Kenaikan Isa Almasih?
Mengutip dari laman Paroki Vianney, ada empat makna dari Kenaikan Isa Almasih. Namun, secara keseluruhan bermakna kebangkitan. Berikut menjelasannya:
Baca: Uskup Agung: Natal di Semarang Berjalan Lancar
1. Kebangkitan sebagai Tindakan Eskatologis
Kebangkitan memiliki ciri eskatologis di mana menyangkut Allah pada zaman akhir. Yesus dibangkitkan dari antara orang mati.
Kebangkitan Yesus memiliki 2 dimensi, yaitu antara Allah yang membangkitkan dan Yesus yang bertindak sendiri. Keduanya saling melengkapi.
2. Kebangkitan sebagai Keselamatan
Peristiwa kebangkitan Yesus adalah awal dari kebangkitan semua orang yang mati. Ia merupakan yang sulung dari orang-orang yang meninggal.
Harapan akan keselamatan terjadi dalam diri Yesus dan berarti hari penyelamatan zaman akhir sudah tiba. Penyelamatan itu sudah datang dan terlaksana di dalam diri Yesus Kristus.
3. Kebangkitan sebagai Cara Baru Kehadiran Yesus
Kebangkitan yang dihadapi Yesus membuatNya mengatasi ruang dan waktu sehingga dapat selalu hadir di tengah murid-muridNya, manusia, dan dunia.
Kebangkitan Yesus membawa diriNya pada kehidupan keAllahanNya. Dengan begitu, Yesus menjadi Imanuel dalam hidup umat manusia hingga menyertai manusia sampai kepada akhir zaman.
4. Kebangkitan sebagai Peninggian
Peninggian memiliki makna akan suatu pengenalan surgawi dan suatu pelantikan Yesus ke dalam martabat dan kuasa Ilahi.
Peninggian ini termasuk ke dalam peristiwa di mana Yesus masuk ke dalam kemuliaan Allah. Kemuliaan Allah dapat dilihat dan dialami oleh Gereja maupun iman. Naik ke surga berarti di mana Yesus menuju tempat Allah.