Minggu, 26 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Fenomena alam berupa gerhana bulan total akan terjadi pada Selasa (3/3/2026) petang usai magrib. Peristiwa ini akan tampak terlihat dari seluruh wilayah Indonesia.

Oleh sebab itu, masyarakat Muslim di Indonesia dianjurkan untuk melaksanakan shalat gerhana bulan (khusuf al-qamar).  

Melansir NU Online, salat gerhana memiliki sedikit perbedaan dengan salat biasanya. Hal ini mengingat bacaan Surat Al-Fatihah dan ruku pada salat gerhana dilakukan dua kali di setiap rakaatnya.

Artinya, selepas ruku’ pertama, kembali berdiri untuk membaca surat Al-Fatihah dan ayat lain. Kemudian, ruku’ kembali dan dilanjutkan i’tidal.

Salat ini bisa dilakukan secara berjemaah dengan bacaan keras (jahar) ataupun dilakukan secara sendiri (munfarid). Salat gerhana harus diawali dengan niat sebagai berikut:

أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا/مَأمُومًا لِلّٰهِ تَعَالَى 

Ushallî sunnatal khusûfi rak‘ataini imâman/makmûman lillâhi ta‘âlâ

Artinya: ”Saya salat sunah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah swt.”

Urutan Tertib Salat Sunah Gerhana Bulan...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Religi Terkini

Terpopuler