Minggu, 26 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Allāhumma yā dzal manni wa lā yumannu ‘alaika yā dzal jalāli wal ikrām, yā dzat thawli wal in‘ām, lā ilāha illā anta zhahral lājīna wa jāral mustajīrīna, wa ma’manal khā’ifīn. Allāhumma in kunta katabtanā (katabtani) ‘indaka fī ummil kitābi asyqiyā’a au mahrūmīna au mathrūdīna au muqattarīna ‘alayna fir rizqi, famhullāhumma bi fadhlika fī ummil kitābi syaqāwatanā (syaqāwati), wa hirmānanā (wa hirmāni), wa thardhanā (thardhani), waqtitāra rizqinā (waqtitāra rizqi), wa atsbitnā (wa atsbitni) ‘indaka fī ummil kitābi su‘adā’a marzūqīna muwaffaqīn lil khairāt. Fa innaka qulta wa qaulukal haqq fī kitābikal munazzali ‘ala nabiyyikal mursali “Yamhullāhu mā yasyā’u wa yutsbitu wa ‘indahū ummul kitāb.” Ilāhanā (Ilāhi), bit tajalil a‘zham fī laylatin nishfi min syahri Sya‘bānal mukarrami, allatī yufraqu fīhā kullu amrin hakīmin wa yubram, ishrif ‘annā ('anni) minal balā’i mā na‘lamu wa mā lā na‘lamu, wa anta ‘allāmul ghuyūbi, bi rahmatika yā arhamar rāhimīn. Wa shallallāhu ‘alā sayyidinā Muhammadin wa ‘alā ālihī wa shahbihī wa sallama.

Artinya: ”Wahai Tuhan kami yang maha pemberi, Engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemilik kekayaan dan pemberi nikmat. Tiada Tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut. Tuhan kami, jika Kau mencatat kami di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang-orang celaka, sial, terbuang, atau orang-orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, keterbuangan, dan kesempitan rezeki kami/ku. Tetapkanlah kami/ku di sisi-Mu sebagai orang-orang yang mujur, murah rezeki, dan diberi taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata-sementara perkataan-Mu adalah benar-di kitabmu yang diturunkan melalui Rasul utusan-Mu, ‘Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.’ Tuhan kami/ku, dengan penampakkan teragung pada malam pertengahan bulan Sya’ban yang mulia, yang mana diputuskan di dalamnya semua perkara yang bijak dan ditetapkan, palingkanlah dari kami musibah yang kami ketahui maupun yang tidak kami ketahui. Sungguh Engkau maha mengetahui yang ghaib, wahai Tuhan yang maha pengasih. Allah bershalawat dan bersalam atas sayyidina Muhammad, keluarga, dan sahabatnya.”

Untuk diketahui, kata yang di dalam kurung untuk dibaca sendiri, sedangkan kata sebelum dalam kurung dibaca dalam keadaan berjamaah, khususnya jika menjadi imam.

Ustaz Alhafiz menyampaikan bahwa doa Nisfu Syakban tersebut biasanya dipanjatkan selepas membaca Surat Yasin tiga kali setelah Magrib.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Religi Terkini

Terpopuler