Minggu, 26 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Pun, Allah memuji Nabi Muhammad saw di sisi para malaikat, dan para malaikat pun bershalawat kepada Nabi Muhammad saw.  

Selanjutnya, Allah Ta’ala memerintahkan penduduk bumi untuk membaca selawat dan salam kepada Nabi Muhammad saw agar seluruh pujian dari langit dan bumi berkumpul pada diri Nabi Muhammad saw.

Ayat ini sekaligus menunjukkan bahwa Allah Swt hendak menampakkan kemuliaan Nabi Muhammad saw kepada seluruh makhluk-Nya.  

Simak penjelasan Ibnu Katsir berikut;

 وَالْمَقْصُودُ مِنْ هَذِهِ الْآيَةِ أَنَّ اللهَ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى أَخْبَرَ عِبَادَهُ بِمَنْزِلَةِ عَبْدِهِ وَنَبِيِّهِ عِنْدَهُ فِي الْمَلَأِ الْأَعْلَى بِأَنَّهُ يُثْنِي عَلَيْهِ عِنْدَ الْمَلَائِكَةِ الْمُقَرَّبِينَ، وَأَنَّ الْمَلَائِكَةَ تُصَلِّي عَلَيْهِ، ثُمَّ أَمَرَ تَعَالَى أَهْلَ الْعَالَمِ السُّفْلِيِّ بِالصَّلَاةِ وَالتَّسْلِيمِ عَلَيْهِ، لِيَجْتَمِعَ الثَّنَاءَ عَلَيْهِ مِنْ أَهْلِ الْعَالَمِينَ: الْعُلْوِيِّ وَالسُّفْلِيِّ جَمِيعًا  

Artinya: ”Maksud dari ayat ini ialah Allah Swt mengabarkan kepada hamba-hamba-Nya kedudukan hamba dan Nabi-Nya kepada penduduk langit bahwa Allah memuji Nabi Muhammad di sisi malaikat-malaikatnya. Bahwa malaikat-malaikat-Nya juga berselawat kepada Nabi. Kemudian Allah Ta’ala memerintahkan kepada penduduk dunia untuk membaca selawat dan salam kepada Nabi, agar seluruh pujian dari keduanya berkumpul pada Nabi”.  

Jemaah salat Jumat yang dimuliakan Allah swt,   

Menurut Syekh Muhammad bin Alawi bin Abbas Al-Maliki dalam kitab Madza fî Syakban halaman 25, ayat tersebut turun pada bulan Syakban. Karena itu, bulan Syakban menjadi waktu yang istimewa untuk memperbanyak selawat sebagai bentuk cinta dan penghormatan kepada Nabi Muhammad saw.  

Simak penjelasan Sayyid Muhammad bin Alawi bin Abbas Al-Maliki berikut: 

 وَمِنْ مَزَايَا شَهْرِ شَعْبَانَ أَنَّهُ الشَّهْرُ الَّذِيْ نَزَلَتْ فِيْهِ أَيَةُ الصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم...وَقَدْ ذَكَرَ ابْنُ أَبِي الصَّيْفِ الْيَمَنِي أَنَّهُ قِيْلَ: إِنَّ شَهْرَ شَعْبَانَ شَهْرُ الصَّلَاةِ عَلَى النَّبِي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم  

Artinya: ”Di antara keistimewaan bulan Syakban ialah bulan Syakban merupakan bulan turunnya ayat perintah mengucapkan selawat dan salam kepada Rasulullah Saw, Ibnu Abi Shaif al-Yamani menyebutkan bahwa: bulan Syakban merupakan bulan selawat kepada Nabi Muhammad Saw”.  

Jemaah salat Jumat yang dimuliakan Allah swt,   

Tak kalah penting, Syakban adalah bulan persiapan menyambut Ramadan. Di dalamnya tersimpan banyak keberkahan dan kebaikan. Karena itu, umat Islam dianjurkan mengisinya dengan tobat dan memperbanyak amal saleh sebagai bentuk kesiapan spiritual menyambut bulan suci.  

Syekh Abdul Hamid bin Muhammad Ali dalam Kanzun Najah was Surur halaman 149 menyebutkan bahwa Syakban adalah bulan yang agung, dikenal dengan limpahan keberkahan dan kebaikannya yang menyeluruh.

Persiapan ke Bulan Ramadan... 

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Religi Terkini

Terpopuler