Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) mengumumkan bahwa 1 Zulkaidah 1445 H jatuh pada Jumat Pahing 10 Mei 2024 M.
Keputusan tersebut didasarkan pada hasil rukyatul hilal, bahwa seluruh lokasi melaporkan tidak melihat hilal 1 Zulkaidah 1445 H pada Rabu, 29 Syawal 1445 H bertepatan 8 Mei 2024.
Seiring masuknya almanak hijriah Nahdlatul Ulama ke bulan Zulkaidah 1445 H, LF PBNU mengajak berdoa sebagai berikut:
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذا الشَّهْرِ، ونعوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ الْقَدَرِ، وَمِنْ شَرِّ الْمَحَشْرِ
Artinya: ”Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu kebaikan bulan ini. Kami berlindung kepada-Mu dari buruknya takdir dan buruknya mahsyar.”
Melansir dari NU Online, Zulkaidah adalah salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Bulan ini memiliki empat keutamaan atau keistimewaan, sebagaimana dijelaskan Ustadz Nur Rohmad.
Keutamaan pertama, Zulkaidah merupakan permulaan dari empat bulan yang dimuliakan (al-Asyhur al-Hurum). Empat bulan haram atau empat bulan yang dimuliakan itu adalah Zulkaidah, Zulhijjah, Muharam, dan Rajab.
”Disebut Zulkaidah karena orang-orang Arab pada masa lalu tidak melakukan perang (qu’uud ‘anil qitaal) di dalamnya,” terang Ustadz Nur Rahmad.
Keutamaan kedua, Zulkaidah adalah satu di antara tiga bulan haji yaitu Syawal, Zulkaidah, dan 10 hari pertama Zulhijjah. Tidak sah ihram untuk haji pada selain waktu tersebut.
Adapun keutamaan yang ketiga, Rasulullah tidak pernah melakukan umrah kecuali pada Zulkaidah. Keterangan ini oleh Ustadz Nur Rohmad didasarkan pada salah satu dari hadis Rasulullah yang diriwayatkan sahabat Anas bin Malik.
”Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berumrah sebanyak empat kali, semuanya pada bulan Zulqadah kecuali umrah yang dilaksanakan bersama haji beliau, yaitu satu umrah dari Hudaibiyah, satu umrah pada tahun berikutnya, satu umrah dari Ji’ranah ketika membagikan rampasan perang Hunain dan satu lagi umrah bersama haji.” (HR al-Bukhari).
Keutamaan keempat, Zulkaidah adalah 30 malam yang disebutkan oleh Allah dalam Al-Qur'an surat al-A’raf ayat 142.
”Kami telah menjanjikan kepada Musa untuk memberikan kepadanya kitab Taurat setelah berlalu tiga puluh malam (bulan Zulkaidah), dan Kami sempurnakan jumlah malam itu dengan sepuluh malam lagi (sepuluh malam pertama bulan Zulhijjah), maka sempurnalah waktu yang telah ditentukan Tuhannya menjadi empat puluh malam. Dan Musa berkata kepada saudaranya yaitu Harun, 'Gantikanlah aku dalam memimpin kaumku, dan perbaikilah dirimu dan kaummu, dan janganlah engkau mengikuti jalan orang-orang yang berbuat kerusakan'”. (QS al-A’raf: 142).



