Ini Penyebab Orang Malas Melakukan Salat Tahajud Meski Banyak Keutamaannya
Dani Agus
Kamis, 11 Mei 2023 23:45:56
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Salat tahajud adalah salat malam yang menjadi kebiasaan orang saleh untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, dan menjadi wasilah agar segala hajat dikabukan Allah swt.
Oleh sebab itulah, sangat ditekankan pentingnya melaksanakan salat tahajud ini. Meski demikian, banyak orang yang justru masih malah mengerjakannya.
Baca juga: Ini Tata Cara Salat di Atas Kendaraan yang Penting Diketahui
Melansir dari NU Online, Kamis (11/5/2023), di antara keutamaan salat tahajud adalah dapat mencegah perbuatan maksiat, serta penghapus dosa-dosa, dan dapat menolak penyakit jasmani. Rasulullah saw bersabda:
عَلَيْكُمْ بِقِيَامِ اللَّيْلِ فَإِنَّهُ دَأْبُ الصَّالِحِينَ قَبْلَكُمْ وَإِنَّ قِيَامَ اللَّيْلِ قُرْبَةٌ إِلَى اللَّهِ وَمَنْهَاةٌ عَنْ الْإِثْمِ وَتَكْفِيرٌ لِلسَّيِّئَاتِ وَمَطْرَدَةٌ لِلدَّاءِ عَنِ الْجَسَدِ
Artinya: ”Hendaklah kalian mengerjakan salat malam, karena ia adalah kebiasaan orang-orang yang sholeh sebelum kalian, sarana pendekatan kepada Tuhanmu dan penghapus dosa-dosa, serta pencegah dosa dan penolak penyakit tubuh.” (HR At-Tirmidzi, At-Thabarani, Ibn Huzaimah, Al-Hakim, dan Al-Baihaqi).
Selain itu, salat di malam hari itu adalah waktu dikabulkanya segala doa. Segala hajat dunia dan akhirat akan dikabulkan. Nabi saw bertutur:
إِنَّ فِي اللَّيْلِ لَسَاعَةً، لاَ يُوَافِقُهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ يَسْألُ اللهَ تَعَالَى خَيْراً مِنْ أَمْرِ الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، إِلاَّ أعْطَاهُ إيَّاهُ ، وَذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ
Artinya: ”Sesungguhnya pada malam hari itu ada satu waktu yang tidaklah seorang muslim tepat pada waktu itu meminta kepada Allah kebaikan perkara dunia dan akhirat, melainkan Allah pasti memberikannya kepadanya. Dan waktu itu ada pada setiap malam.” (HR. Muslim).
Namun tidak semua orang dapat melaksanakan salat tahajud. Hanya orang-orang terpilih, yang punya niat dan ikhtiar yang baik yang bisa mendapatkan anugerah Allah ini.
Sayyid Bakri Al-Makki dalam kitabnya Kifayatul Atqiya menyebut lima (5) hal yang menjadi sebab seseorang malas melakukan salat tahajud, yaitu:
1. Perhatian yang berlebihan kepada dunia sehingga lupa akhirat. Seorang hamba yang hidupnya tercurahkan sepenuhnya kepada dunia, maka ia akan malas beribadah, terutama salat tahajud. Dunia telah menuntun dan mengikatnya sehingga ia melupakan akhirat.
2. Sibuk membicarakan dunia dan menggunakannya untuk bersenang-senang. Kesibukan membicarakan kesenangan dan kenikmatan dunia dengan cara kongkow atau begadang yang tak kenal batas ini dapat menyebabkan seseorang malas salat tahajud.
أَنْ لاَ يَتْرُكَ الْقَيْلُوْلَةَ بِالنَّهَارِ فَإِنَّهَا سُنَّةٌ لِلْإِسْتِعَانَةِ عَلىَ قِيَامِ اللَّيْلِ
Artinya: ”Tidak meninggalkan tidur di siang hari (qailullah), karena hal itu disunahkan untuk membantu melakukan salat malam.” (Nawawi Al-Bantani, Salalimul Fudhala’ dalam Syarhu Kifayatil Atqiya, [Mahad Al-Islamy Al-Salafy], halaman 101).Selain lima sebab itu, juga ada sebab keenam, yaitu melakukan dosa di siang harinya. Seseorang yang siang harinya melakukan dosa dan kemaksiatan, dapat dipastikan akan malas salat tahajud.Imam Al-Ghazali sebagaimana dikutip Syekh Nawawi dalam Kitab Salalimul Fudhala’ berkata:أَنْ لاَ يَكْتَسِبَ اْلأَثَامَ بِالنَّهَارِ فَإِنَّ ذٰلِكَ مِمَّا يُقْسِى الْقَلْبَ وَ يَحُوْلُ بَيْنَهُ وَ بَيْنَ أَسْبَابِ الرَّحْمَةِ
Artinya: ”Tidak melakukan perbuatan-perbuatan dosa di siang hari, karena hal itu termasuk hal yang dapat mengeraskan hati, dan menjadi penghalang antara dirinya dan sebab penghalang turunnya rahmat.”Dosa yang dikerjakan seseorang ternyata berakibat hati menjadi keras, dan menjadi sebab pula adanya hijab (penghalang) antara seorang hamba dengan Tuhannya. Karenanya, ia jauh dari segala ketaatan dan malas untuk beribadah. Selain itu, dosa juga menjadi penghalang turunnya rahmat Allah swt.Senada dengan Imam Ghazali, Abdul Wahab Sya’rani (898-973 H) menjelaskan dalam kitabnya Al-Minahus Saniyyah bahwa barangsiapa malas untuk bangun di tengah malam, hendaklah ia memeriksa dirinya.Barangkali hal itu disebabkan karena ia melakukan maksiat batin seperti riya, sombong, membanggakan diri, dendam, dengki, tipu daya, suka pujian, cinta dunia dan lainnya. (Abdul Wahab As-Sya’rani, Al-Minahus Saniyyah ‘alal Washiyah Al-Matbuliyah, [Kediri: Ma’had al-Islamy Hidayah Al-Thulab], halaman 12)”Maka segeralah bertaubat dari perbuatan seperti itu. Kalau tidak, maka ia lakukan perbuatan-perbuatan yang menghapus dosa. Karena jika dosa-dosa itu dihapuskan dari hamba, maka telah sucilah dirinya dan ia pun tidak mempunyai halangan untuk berdiri di hadapan Tuhannya dalam rombongan yang mulia itu, kecuali tidak adanya giliran”, tutur Abdul Wahab Sya’rani. (As-Sya’rani, 12).


