Beliau adalah nabi bagi kaum Bani Israil di Palestina yang menyandang gelar Ulul Azmi, yakni golongan rasul yang memiliki ketabahan luar biasa dalam menghadapi ujian dakwah.
Kisah Nabi Isa bermula dari sang ibunda, Maryam binti Imran, seorang wanita suci yang tumbuh dalam asuhan Nabi Zakaria AS.
Keajaiban terjadi saat Malaikat Jibril mendatangi Maryam dan membawa kabar bahwa ia akan mengandung seorang putra tanpa melalui hubungan manusiawi.
Proses persalinan berlangsung di Baitullaham (Bethlehem), sekitar tahun 6 hingga 4 SM. Di tengah rasa sakit yang hebat saat melahirkan, Allah SWT memberikan kemudahan bagi Maryam berupa buah kurma segar dan aliran air sungai di bawahnya untuk dikonsumsi.
Kehamilan dan kelahiran ini merupakan mukjizat murni yang membuktikan bahwa segala sesuatu mungkin terjadi atas kehendak-Nya.
Sebagai bukti kebenaran kenabiannya, Allah SWT membekali Nabi Isa dengan berbagai mukjizat yang melampaui akal manusia.
Murianews, Jakarta – Dalam deretan nabi dan rasul yang diutus Allah SWT, Nabi Isa AS menempati kedudukan yang sangat istimewa.
Beliau adalah nabi bagi kaum Bani Israil di Palestina yang menyandang gelar Ulul Azmi, yakni golongan rasul yang memiliki ketabahan luar biasa dalam menghadapi ujian dakwah.
Dikenal dengan sebutan Al-Masih dan Ruhullah, Nabi Isa AS merupakan simbol keajaiban kekuasaan Allah yang menciptakan manusia melalui kalimat ”Kun Fayakun”.
Kisah Nabi Isa bermula dari sang ibunda, Maryam binti Imran, seorang wanita suci yang tumbuh dalam asuhan Nabi Zakaria AS.
Keajaiban terjadi saat Malaikat Jibril mendatangi Maryam dan membawa kabar bahwa ia akan mengandung seorang putra tanpa melalui hubungan manusiawi.
Proses persalinan berlangsung di Baitullaham (Bethlehem), sekitar tahun 6 hingga 4 SM. Di tengah rasa sakit yang hebat saat melahirkan, Allah SWT memberikan kemudahan bagi Maryam berupa buah kurma segar dan aliran air sungai di bawahnya untuk dikonsumsi.
Kehamilan dan kelahiran ini merupakan mukjizat murni yang membuktikan bahwa segala sesuatu mungkin terjadi atas kehendak-Nya.
Sebagai bukti kebenaran kenabiannya, Allah SWT membekali Nabi Isa dengan berbagai mukjizat yang melampaui akal manusia.
Bicara sejak bayi...
Nabi isa bisa berbicara sejak bayi. Saat Maryam dituduh berzina oleh kaumnya, bayi Isa berbicara untuk membela ibundanya dan menegaskan bahwa dirinya adalah hamba Allah yang diberi kitab Injil.
Nabi Isa juga bisa menghidupkan orang mati. Atas izin Allah, Nabi Isa mampu membangkitkan orang yang telah meninggal dunia, termasuk kisah terkenal mengenai Lazarus.
Tidak hanya itu, Nabi Isa juga bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Bahkan beliau mampu menyembuhkan orang yang buta sejak lahir serta penderita penyakit kulit (kusta) hanya dengan sentuhan dan doa.
Nabi Isa diangkat menjadi rasul pada usia 30 tahun dengan tugas utama memurnikan ajaran Taurat dan membawa kitab Injil sebagai cahaya petunjuk. Dalam perjalanan dakwahnya, beliau didampingi oleh 12 sahabat setia yang dikenal sebagai Hawariyyun.
Namun, seruan tauhid Nabi Isa mendapat pertentangan keras dari sebagian besar kaum Bani Israil dan para pemimpin agama yang merasa terancam kedudukannya.
Mereka menganggap mukjizat Nabi Isa sebagai sihir dan berupaya melakukan berbagai makar, termasuk rencana pembunuhan.
Saat situasi semakin genting akibat pengejaran tentara Romawi, Allah SWT menunjukkan kekuasaan-Nya.
Al-Qur'an menegaskan bahwa Nabi Isa tidaklah dibunuh maupun disalib. Allah menyerupakan wajah salah seorang pengikutnya (dalam beberapa riwayat disebut Yudas Iskariot) dengan wajah Nabi Isa, sehingga dialah yang ditangkap dan disalib.
Diangkat ke langit...
Sementara itu, Nabi Isa AS diangkat oleh Allah ke langit dalam keadaan hidup. Sebagaimana firman Allah dalam Surat An-Nisa ayat 157-158:
”dan (Kami hukum juga) karena ucapan mereka, “Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah,” padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh adalah) orang yang diserupakan dengan Isa. Sesungguhnya mereka yang berselisih pendapat tentang (pembunuhan) Isa, selalu dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka benar-benar tidak tahu (siapa sebenarnya yang dibunuh itu), melainkan mengikuti persangkaan belaka, jadi mereka tidak yakin telah membunuhnya. 158. Tetapi Allah telah mengangkat Isa ke hadirat-Nya. Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.” (QS. An-Nisa': 157-158)