Meneladani Kesabaran Tanpa Batas: Refleksi Kehidupan Nabi Ayyub AS
Cholis Anwar
Selasa, 3 Maret 2026 11:49:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Namun, stigmatisasi masyarakat terhadap penyakit Ayyub membuat Rahma kehilangan pekerjaannya.
Dalam kondisi terjepit, Rahma melakukan pengorbanan ekstrem. Ia memotong dan menjual rambutnya kepada seorang perempuan dari kalangan atas demi mendapatkan makanan layak untuk suaminya.
Nabi Ayyub, yang curiga akan asal makanan tersebut, bersumpah tidak akan menyentuh hidangan itu sebelum tahu sumbernya. Hati sang Nabi hancur ketika Rahma membuka penutup kepalanya, memperlihatkan kepalanya yang kini botak demi dirinya.
Melihat kondisi istrinya yang kian menderita, Nabi Ayyub sempat tersulut emosi dan bersumpah akan mencambuk Rahma sebanyak seratus kali.
Ada beberapa riwayat mengenai alasan sumpah ini. Sebagian menyebut karena Rahma tergoda tipu daya setan yang menyamar sebagai tabib, sementara riwayat lain menyebutkan karena Ayyub merasa malu kepada Allah saat Rahma mengeluh dan memintanya berdoa agar kesulitan segera diakhiri.
Ayyub merasa masa sejahteranya jauh lebih lama dibandingkan masa sulitnya, sehingga ia merasa tidak pantas untuk mengeluh.
Meskipun sempat terjadi ketegangan hingga Rahma pergi meninggalkan suaminya, cinta dan kesetiaan menariknya kembali. Saat Rahma kembali, mukjizat besar sedang terjadi.
Dalam kondisi yang sangat menyentuh itu, Nabi Ayyub memanjatkan doa yang abadi dalam Al-Qur'an Surat Asl-Anbiya ayat 83.
”(Ingatlah) Ayyub ketika dia berdoa kepada Tuhannya, ’(Ya Tuhanku,) sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang.”
Allah menjawab...
Baca Juga



