Info Haji 2025
Jelang Wukuf di Arafah, Lima Pesan Penting untuk Jemaah Haji Perempuan
Cholis Anwar
Rabu, 28 Mei 2025 08:01:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jakarta – Menjelang puncak ibadah haji, wukuf di Arafah, jemaah haji perempuan diingatkan akan lima pesan penting untuk memastikan kelancaran dan kesempurnaan ibadah mereka.
Pesan-pesan ini disampaikan oleh Musytasyar Dini yang tergabung dalam Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Badriyah Fayumi, sebagaimana dilansir situs resmi Kementerian Agama (Kkemenag), Rabu (28/5/2025).
Badriyah Fayumi mengatakan, ibadah haji merupakan pengorbanan besar bagi perempuan, yang telah meninggalkan keluarga, rutinitas harian, dan menempuh perjalanan panjang demi memenuhi panggilan Ilahi.
Oleh karena itu, persiapan matang, termasuk pemahaman akan hal-hal spesifik bagi muslimah, menjadi sangat krusial.
Lima Pesan Kunci untuk Jemaah Haji Perempuan:
1. Haid Bukan Halangan Wukuf
Banyak jemaah perempuan yang khawatir haid akan menghalangi mereka untuk berwukuf. Badriyah menegaskan bahwa haid sama sekali bukan penghalang wukuf.
”Perempuan yang sedang haid tetap bisa melaksanakan wukuf. Yang tidak bisa dilakukan hanya tawaf, itu pun bisa dilakukan setelah suci,” terangnya.
Jika haid datang saat baru tiba di Makkah dan waktu wukuf sudah dekat, jemaah dapat mengubah niat haji dari tamattu’ (niat umrah dan haji terpisah) menjadi qiran (niat haji dan umrah bersamaan).
Dengan demikian, mereka tetap bisa ikut wukuf tanpa harus tergesa menyelesaikan umrah lebih dulu.
”Niatkan haji qiran, ikuti wukuf, lalu lanjutkan rangkaian ibadah. Umrah bisa dilakukan setelah suci,” tambahnya.
Siapkan pembalut...



