Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Memang, masjid ini merupakan salah satu dari sekian peninggalan Sunan Muria Raden Umar Said. Lokasinya pun berdekatan dan satu atap dengan makamnya di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Ada banyak ciri khas yang bisa dilihat secara kasat mata dari bangunan masjid yang bisa dibilang tidak terlalu besar ini.

Termasuk cerita awal mula bagaiaman masjid tersebut didirikan. Yakni ketika Sunan Muria, membangun masjid berdasarkan kerbau yang dia bawa berhenti di lokasi mana.

Namun yang paling menjadi ciri khas, ialah tempat imam masjid ini. Di mana biasanya, tempat imam dibangun dengan menjorok ke luar. Namun di masjid ini, tempat imam dibuat menjorok ke dalam.

[caption id="attachment_366871" align="alignleft" width="1280"]sunan muria Bentuk tempat imam Masjid Sunan Muria. (Murianews/Anggara Jiwandhana)[/caption]

Pengurus Yayasan Masjid dan Makam Sunman Muria (YM2SM) Mastur mengatakan, ada filosofi tersendiri dari penggambaran ini.

Di mana, melalui tempat imam yang menjorok ke dalam itu, Sunan Muria ingin mengingatkan manusia untuk lebih meningkatkan keimanan di dalam diri.

Baca: Warga Megengan di Makam Sunan Muria untuk Sambut Ramadan
Memang, dalam berkehidupan, manusia tetap akan mencari duniawi. Namun diharapkan lebih banyak untuk meningkatkan keimanan dari dalam diri.”Karena itu posisi imam hampir 80 persen lebihnya menjorok ke dalam, sementara sisanya ke luar, inilah filosofi tersembunyinya,” katanya, Kamis (23/3/2023).Selain keunikan dari posisi kubah imam, masjid yang hanya bisa menampung ratusan jemaah itu juga memiliki sisi unik lain. Di mana ada empat pilar yang bawahnya terdapat batu kali dengan ukiran Bali.Baca: Segini Tarif Ojek Muria untuk Antar Peziarah ke Makam Sunan MuriaUkiran tersebut memang terbilang baru. Di mana dia dipahat oleh pengukir asal Bali sekitar tahun 80-an.”Ada juga mimbar ceramah pertama di masjid ini, sampai sekarang masih awet di sana. Dan juga ada beduk dengan usia yang cukup tua, serta peninggalan-peninggalan Mbah Sunan Muria lainnya yang kini disimpan oleh sejumlah pengurus,” ungkapnya.https://youtu.be/rItAyakhocUEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Religi Terkini

Terpopuler