Kamis, 23 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jakarta – Ibadah haji selain menunaikan rukun islam yang ke lima, sering kali juga menjadi pelarian spiritual bagi umat Islam yang sedang memohon ampunan atau mencari jalan keluar atas berbagai persoalan hidup.

Di antara rukun-rukun yang dijalani, Tawaf menjadi momen paling krusial sekaligus mustajab untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT.

Secara harfiah, tawaf adalah aktivitas mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali putaran. Namun, lebih dari sekadar aktivitas fisik, tawaf merupakan simbol ketundukan hamba kepada Sang Pencipta.

Berdasarkan hadis riwayat Aisyah RA, Rasulullah SAW memberikan teladan tawaf sebaiknya dilakukan dengan penuh ketenangan, bukan dengan tergesa-gesa.

Agar doa yang dipanjatkan lebih berpeluang diijabah, jemaah perlu memperhatikan etika dan urutan yang benar.

Sebelum tawaf, jemaah wajib dalam keadaan berwudu. Kemudian harus menutup aurat, baik laki-laki atau pun Perempuan.

Penting juga bahwa pada saat tawaf, posisi kabah harus berada di sebelah kiri jemaah. kemudian berjalan mengelilingi kabah sebanyak tujuh putaran.

Dalam setiap putaran terdapat doa yang selayaknya diucapkan oleh jemaah haji. Berikut ini doa putaran pertama hingga ketujuh.

Doa Pertama...

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News