Jangan Sampai Salah, Ini Panduan Tata Cara Ihram Haji 2026
Cholis Anwar
Senin, 6 April 2026 12:43:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jakarta – Ihram merupakan pilar utama dalam ibadah haji yang menandai dimulainya fase suci bagi seorang jemaah. Sehingga memahami tata cara ihram sesuai tuntunan sunnah menjadi kewajiban bagi calon jemaah haji.
Secara harfiah, ihram berasal dari kata ”haram” yang berarti suci atau terlarang. Dalam konteks haji, memasuki keadaan ihram berarti seorang jemaah melepaskan segala kemewahan duniawi untuk sepenuhnya menghadap Allah SWT dengan rasa rendah hati.
Berdasarkan panduan ibadah Haji yang dilansir dari laman BPKH, terdapat enam langkah penting yang harus diperhatikan jemaah sebelum dan saat memulai ihram.
1. Mandi Ihram
Disunnahkan bagi laki-laki maupun perempuan (termasuk yang sedang haid) untuk mandi besar guna memastikan tubuh dalam keadaan bersih dan suci.
2. Menggunakan Wewangian
Sesuai hadis riwayat Bukhari, jemaah dianjurkan memakai parfum pada tubuh sebelum berniat ihram. Namun, setelah niat diucapkan, penggunaan wewangian menjadi terlarang.
3. Mengenakan Pakaian Ihram
Jemaah laki-laki menggunakan dua lembar kain putih tidak berjahit (sarung dan selendang) serta sandal yang tidak menutup mata kaki. Jemaah perempuan mengenakan pakaian yang menutup aurat namun tetap membuka wajah dan telapak tangan.
4. Melaksanakan Salat
Disarankan menunaikan salat fardhu atau salat sunnah ihram dua rakaat sebelum memulai niat di titik miqat.
5. Membaca Niat
Niat adalah tekad batiniah untuk beribadah. Jemaah melafalkan: ”Nawaitul hajja wal 'umrata wa ahramtu biha lillahi ta'ala” (Aku berniat haji dan umrah dan aku berihram karena Allah Ta’ala).
6. Melafalkan Talbiyah
Setelah berniat, jemaah wajib mengumandangkan kalimat talbiyah: ”Labbaikallahumma Labbaik...” sebagai tanda memenuhi panggilan Allah.



